Wednesday, January 7, 2026

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Kamis, 8 Januari 2026

Lukas 4:14-22a

14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 15 Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu membenarkan Dia.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat merasa mantap dalam bekerja karena berkemampuan. Dia memiliki bakat talenta yang memadahi.
  • Tampaknya, orang bisa merasa mantap dalam bekerja karena punya keahlian. Dia memiliki pendidikan akademis yang cocok bahkan dengan ijasah strata tinggi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki bakat dan bahkan ijasah tinggi bisa menghadirkan kemantapan kerja, orang baru sungguh mampu bekerja kalau sadar dalam segala hidupnya ada dalam topangan bimbingan kuasa Roh yang bersemayam dalam relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa apapun kemampuan dalam kerja adalah bagian dari karunia kuasa Roh Kudus.

Ah, kerja baru sungguh hebat kalau menghasilkan banyak uang.

Tuesday, January 6, 2026

Yang Pokok Hati Ceria

Suasana makan para rama Domus Pacis Santo Petrus biasa diwarnai keceriaan. Kelakar-kelakar biasa saja terjadi. Bahkan bullying tidak membuat sakit baik ragawi maupun jiwani. Bisa pula terjadi suasana omongan dikaitkan dengan ayat Kitab Suci. Salah satu pengalaman berkaitan dengan kata-kata Tuhan Yesus “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut” (Mat 18:7).


Dalam makan bersama Rm. Bambang mengejek salah satu teman rama. “Njenengan niku hebat lho. Sungguh ahli roh” (Anda adalah sosok hebat. Sungguh ahli dalam urusan roh). Rama lain pun ikut menimpali dan menambah suasana riuh penuh gelak tawa. Bahkan tawa makin meledak ketika salah satu rama berkata “Nèk nyawang wong kowé mesthi isa tembus pandhang. Jeroan-jeroané ya dadi cetha” (Kalau memandang orang kamu pasti bisa melihat tembus pandang. Berbagai kedalamannya akan tampak jelas). Tiba-tiba salah satu rama usia 80an bertanya kepada Rm. Bambang “Dha omong apa?” (Apa yang dibicarakan?). Maklumlah, pendengaran rama itu sudah banyak menurun. Pada waktu Rm. Bambang menjawab sambil menunjuk rama yang jadi sasaran ejekan “Dhèké muni nèk kowé ki bagus” (Dia bilang kamu punya paras bagus). Tiba-tiba rama 80an itu berbicara dengan suara keras bagaikan membentak-bentak diarahkan ke rama yang dilaporkan oleh Rm. Bambang “Sejak dulu aku memang sudah bagus. Tidak seperti kamu”. Ternyata bentakan itu tak membuat ketakutan rama lain dan malah membuat tawa terpingkal-pingkal. Rm. Bambang berkata “Wah, aku telah membuat sesat” yang disambung Rm. Andika “Padahal yang membuat sesat anak-anak harus ditenggelamkan ke dalam laut”. Rm. Bambang langsung menyahut “Untunglah yang saya sesatkan lansia. Ternyata malah membuat gembira semua. Apakah ini penyesatan yang membawa warta Injil?”

Santo Lusianus dari Antiokhia

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Maret 2016 Diperbaharui: 05 Januari 2020 Hits: 14793

  • Perayaan
    7 Januari (Gereja Roma)
    15 Oktober (Gereja Orthodox)
  •  
  • Lahir
    Hidup pada pertengahan abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Samosta - Asia Kecil (sekarang Samsat Provinsi Adıyaman – Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dibiarkan mati kelaparan dalam penjara pada tahun 312.
    Sebagian tradisi menyatakan : Mati dengan dipenggal pada tahun 312
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Lusianus lahir sekitar tahun 240 di kota Samosta (sekarang kota ini bernama Samsat dan berada di wilyah provinsi Adıyaman – Turki) dalam sebuah keluarga Kristen yang saleh. Setelah kematian kedua orang tuanya, Lusianus memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengabdi sebagai pelayan umat Tuhan. Ia lalu meninggalkan Samosta dan berangkat ke kota Edessa untuk dididik menjadi seorang imam. Di Edessa, pemuda Lusianus mulai mempraktekkan pola hidup seorang pertapa sambil belajar Teologi, Filsafat, Retorika dan juga Sastra. Setelah menamatkan pendidikannya, ia pindah ke Antiokhia.

Di kota tempat di mana rasul Paulus dan Barnabas pernah tinggal dan mewartakan iman Kristiani, Lusianus ditahbiskan menjadi seorang diakon, lalu beberapa tahun kemudian ditahbiskan menjadi imam. Kepadanya diberikan tanggung-jawab sebagai kepala sekolah Teologi di Anthiokia, sebuah sekolah tinggi ternama pada masa itu. Salah seorang muridnya yang menonjol adalah Arius, si pencetus aliran bidaah Arianisme. Lusianus juga menjalin persahabatan dengan uskup Antiokhia saat itu, Paulus, yang juga berasal dari Samosta. Kelak, Arius dengan ajaran Arianismenya serta Uskup Paulus dari Samosta dan para pengikutnya dinyatakan sesat dan diekskomunikasi oleh Gereja. Lusianus sempat diekskominukasi karena hubungannya dengan kedua tokoh sesat itu, namun segera ia dapat membuktikan kesetiaannya akan ajaran Gereja yang sejati sehingga ekskomunikasinya dicabut dan hubungannya dengan Gereja dipulihkan.

Sebagai seorang ahli Teologi dan sastra, Lusianus dapat melihat banyak kekurangan yang ada dalam terjemahan Alkitab pada masa itu. Baik dalam terjemahan Septuaginta maupun Alkitab Perjanjian Baru terjemahan Yunani. Ia menuliskan banyak catatan kritis tentang hal ini lalu berupaya membuat terjemahan yang lebih baik. Terjemahan Santo Lusianus ini kelak banyak digunakan oleh bapa gereja Santo Yohanes Krisostomus.

Tulisan Santo Lusianus juga sangat berguna bagi Santo Hieronimus, yang pada akhir abad ke-4 ditugaskan oleh paus Santo Damasus I untuk menerjemahkan Kitab Suci dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Hieronimus menyebutkan sumber dari terjemahannya pada kitab Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai "Exemplaria Luciana". Terjemahan Lusianus juga dikatakan menjadi dasar dari “Textus Receptus” yang dikerjakan oleh Desiderius Erasmus meski sebagian ahli meragukannya.

Selama penganiayaan Kaisar Maximinus Daia, Santo Lucianus ditangkap dan dipenjarakan di Nikomedia. Sebagai seorang warga negara Romawi, Lusianus tidak bisa dihukum mati tanpa diadili. Karena itu ia hanya ditahan saja dalam penjara sampai sembilan tahun. Selama dalam penjara, ia harus mengalami banyak penyiksaan keji demi imannya akan Yesus Kristus. Dua kali ia dibawa ke pengadilan dan dua kali pula ia mampu membela dirinya dan imannya dengan menjawab semua pertanyaan hakim dengan sebuah kalimat pendek yang penuh makna : “Saya seorang Kristen..!!!”.  Hakim tidak mampu memberikan keputusan apapun, dan Lusianus dikembalikan ke penjara.

Hari kematian santo Lusianus tidak bisa dipastikan. Sebagian tradisi menyakini bahwa ia telah dibiarkan mati kelaparan dalam penjara pada tahun 312, namun ada tradisi lain menyakini bahwa Lusianus gugur sebagai saksi Kristus dengan cara dipenggal. Sebuah tradisi lain lagi yang tidak jelas asal-usulnya menyatakan bahwa Santo Lusianus dibunuh dengan cara ditenggelamkan di laut dan tubuhnya dibawa kembali ke daratan oleh ikan lumba-lumba. Bagaimanapun cara kematiannya, namun satu hal yang pasti adalah; bahwa Santo Lusianus telah gugur dalam kekokohan iman yang tak tergoyahkan.

Ia dimakamkan di kota Drepanum, kota yang kemudian berganti nama menjadi Helenapolis untuk menghormati santa Helena, ibunda Kaisar Konstantinus Agung. Gereja Katolik Roma merayakan pesta Santo Lusianus pada setiap tanggal 7 Januari dan Gereja Ortodoks memperingati Santo Lusianus pada setiap tanggal 15 Oktober.(qq)

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Rabu, 7 Januari 2026

Markus 6:45-52

45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. 47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. 48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. 49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, 50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, 52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang menggambarkan bahwa rasa takut itu ada pada setiap orang. Tak ada orang yang belum pernah mengalami ketakutan.
  • Tampaknya, ketakutan kerap berkaitan dengan hal yang membahayakan. Berhadapan dengan hal yang mengancam hidup wajarlah kalau orang merasa ketakutan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ancaman hidup atau ketahuan perbuatan jahatnya terkuak wajar membuat orang ketakutan, tetapi orang akan kembali tenang kalau mampu menyadari penyertaan Tuhan dengan cahaya relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dalam bahaya apapun atau berhadapan dengan masalah apapun, orang akan berada dalam ketenangan batin.

Ah, yang namanya ancaman dan bahaya itu selalu menakutkan.

Monday, January 5, 2026

Rm. Andika Misa di Rumah Mas Ardi

Pada Minggu 4 Januari 2026 Domus Pacis mendapatkan kunjungan dari rombongan umat Paroki Pringwulung yang terdiri dari 2 Lingkungan, yaitu : Lingkungan Kolombo dan Lingkungan Pringgondani. Rombongan kunjungan ini minta Misa dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus Pacis Santo Petrus. Rm. Andikapun sudah siaga. Bahkan pada pagi hari itu Rm. Andika mengkoordinasi karyawan yang menyiapkan tempat dengan kursi berjumlah 70 buah. Ketika tamu sudah datang dalam sambutannya Rm. Andika juga mengatakan "Saya harus pergi, maka nanti yang akan memimpin Misa adalah Rm. Bambang".

Bahwa Rm. Andika harus tak ikut menyertai pertemuan dengan rombongan tamu dan tak jadi memimpin Misa, itu berawal dari sebuah kejadian. Pada Sabtu jam 18.54 Sabtu 3 Januari 2026 beliau menelpon Rm. Bambang. Dalam telponnya Rm. Andika meminta Rm. Bambang agar Mas Ardi, salah satu karyawan Domus, pulang. Rm. Bambang meminta salah satu karyawan mengantar Mas Ardi dengan mobil. Pada malam itu ibu Mas Ardi dipanggil oleh Tuhan. Kemudian pada Minggu 4 Januari 2026 jam 04.13 Rm. Andika mengirim pesan WA ke Rm. Bambang "Romo Bambang,  menurut informasi semalam untuk pemberkatan Ibuipun Ardi, Romo Boro belum ada jawaban. Wau dalu wonten umat kontak kula, punapa mangkih Romo Bambang kemawon ingkang mimpin misa kagem umat lingkungan Kolombo, kula tak berkahn layon ting Boro. Amargi wekdalipun sami jam 11.00. Matur nuwun" (Rm. Bambang, menurut berita untuk pemberkatan ibu dari Mas Ardi belum ada jawaban dari rama Paroki Boro. Tadi malam ada umat mengontak saya. Apakah Rm. Bambang yang memimpin Misa untuk umat dari Kolombo. Saya yang berkatan jenasah di Boro. Soalnya waktunya sama, yaitu jam 11.00. Terima kasih). Rm. Bambang menyanggupi. Rm. Andika pergi ke Boro untuk memimpin Misa dan pemberkatan jenasah dari ibu Mas Ardi. Rm. Andika berangkat bersama Rm. Saptoko.

Santo Andreas Corsini

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 18 Februari 2016 Diperbaharui: 04 Januari 2020 Hits: 17670

  • Perayaan
    6 Januari
    9 Januari (Dirayakan oleh biara Karmel)
    4 Februari (Sebelumnya)
  •  
  • Lahir
    Tahun 1302
  •  
  • Kota asal
    Florence, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 6 Januari 1374 di Fiesole, Italia
  •  
  • Beatifikasi
    Tahun 1374 oleh Paus Gregorius XI
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 29 April 1629 oleh Paus Urbanus VIII

Santo Andreas Corsini lahir pada tanggal 30 November 1302 di kota Florence, atau yang saat ini dikenal dengan nama Firenze , Italia. Ayahnya adalah pangeran Nichola Corsini, penguasa kota Florence dan ibunya bernama Gemma Degli Stracciabende, seorang katolik yang saleh.

Pada masa mudanya, sebagaimana anak para bangsawan di masa itu, Andreas hidup berfoya-foya dan melakukan berbagai tindakan yang tidak terpuji. Namun tidak seperti para koleganya, Andreas beruntung karena memiliki seorang ibu yang saleh. Donna Corsini sangat sedih dangan kelakuan Andreas. Dan seperti Santa Monika, ibunda Santo Agustinus, dari waktu ke waktu ia senantiasa berdoa memohon rahmat pertobatan bagi putranya.

Doa tak kunjung putus, yang terucap dari hati seorang ibu yang penuh cinta, akhirnya berbuah rahmat luar biasa bagi putranya. Andreas bertobat; dan bertekad untuk meninggalkan pola hidupnya yang lama. Tidak hanya itu, Andreas juga mengejutkan keluarganya dengan memutuskan untuk masuk biara Karmel. Pemuda bangsawan yang sebelumnya hidup berfoya-foya dalam kenikmatan duniawi, kini telah menjadi seorang biarawan Karmel yang teguh mengejar kekudusan dan hidup dalam kesalehan. Ia menerima jubah biarawan ordo Karmel dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1328. Nama Andreas Corsini disebut sebagai anggota ke-18 dari 52 rahib perdana di Biara Karmel Florence Italia. Setelah pentahbisannya, imam baru Corsini dikirim untuk belajar di kota Paris dan Avignon Perancis.

Pada pertengahan April 1343, Andreas Corsini pindah ke kota Pisa karena adanya kontrak antara para religius dengan perkumpulan dari Battuti. Akan tetapi, kiprahnya di Pisa tak berlangsung lama. Setahun kemudian, Pimpinan Gereja dari Provinsi Tuscan menunjuk Andreas Corsini sebagai konselor biara di Florence dan bagi para pemuda di sana sampai bulan Mei 1347. Oleh karena itu, Andreas pun kembali ke kota kelahirannya.

Ditahun 1348, Andreas Corsini kembali ke Paris untuk menghadiri pertemuan para pemimpin biara di Metz. Ternyata di sana dia diangkat menjadi Superior (Pemimpin Biara) untuk Provinsi Tuscan. Ia tidak lama memangku jabatan ini. Dua tahun kemudian, Paus Clement VI menunjuk Andreas Corsini sebagai Uskup kota Fiesole menggantikan Uskup sebelumnya, Filignus Oliveri Carboni yang telah tutup usia.

Kota Fiesole berada dalam wilayah Florence, yang adalah wilayah kekuasaan keluarga bangsawan Corsini. Karena itu berita pengangkatan Andreas Corsini sebagai uskup yang baru disambut umat dengan gembira. Kisah masa mudanya dan kisah pertobatannya yang luar biasa sudah menjadi buah bibir umat di Florence. Kebaikan hati serta kesungguhannya dalam menjalani hidup membiara juga telah terdengar. Ketika Uskup Andreas tiba di Fiesiole, mereka menyambut kedatangannya dengan gembira.

Andreas Corsini kemudian dikenal sebagai uskup yang dekat dengan umatnya. Ia hidup sangat sederhana dan merakyat. Ia selalu bersahaja dan membatasi semua kebutuhannya hanya untuk hal-hal yang penting saja. Walau sudah menjadi uskup, namun ia tetap hidup miskin sesuai dengan regula ordo Karmel. Ia juga sering "blusukan" mengunjungi umatnya. Kadang hanya dengan berjalan kaki. Dari jauh umat sudah dapat mengenalinya karena jubah coklatnya yang  panjang.

Uskup Andreas sangat peduli dengan keadaan tempat ibadah di keuskupannya. Ia memperbaiki Gereja Katedral yang sudah hampir roboh, Gereja St. Maria di Florence dan Gereja Figline Valdarno. Selain itu, ia juga mendirikan sebuah biara susteran untuk para biarawati Karmel. Pada tahun 1372 ia membentuk suatu lembaga persaudaraan para imam demi membantu pembinaan moral dan pendidikan bagi para imam.

Di sela-sela kesibukannya Andreas masih menyempatkan diri untuk menulis buku-buku pengajaran bagi saudara-saudaranya para biarawan Karmel. Sepanjang hidupnya ia telah menuliskan duapuluh empat jilid buku dengan berbagai topik sebagai bahan pengajaran untuk para Karmelit.

Akan tetapi, semuanya ini tidak melebihi kepeduliannya terhadap orang miskin. Andreas menyebut dirinya sendiri sebagai “bapak dan administrator orang miskin”. Banyak orang miskin yang mendapat perhatian dari beliau terutama selama tahun pertama dia menjadi Uskup sebagai akibat dari bencana kelaparan pada tahun 1348-1349.

Salah satu hal istimewa yang dilakukan oleh Andreas Corsini adalah keberhasilannya membawa perdamaian bila terjadi pertikaian diantara para bangsawan. Di masa itu, pertikaian antara para bangsawan Italia dapat berubah menjadi pertempuran yang berdarah bila tidak diselesaikan secara bijak. Uskup Andreas akan akan bertindak sebagai penengah yang netral dan jujur. Kewibawaannya yang penuh karisma membawa kedamaian yang merukunkan banyak pihak.

Uskup Andreas Corsini tutup usia pada tanggal 6 Januari 1374. Meskipun dia meninggalkan pesan untuk dikuburkan di biara Karmel di Florence, namun umat kota Fiesole berkeras menguburkan Uskup Andreas di kota mereka. Para religius dari Florence tidak putus asa. Dengan izin dari uskup Fiesiole yang baru, yang tidak lain adalah saudara Andreas sendiri, Neri Corsini, mereka berhasil membawa jenasah Andreas Corsini ke Florence pada tanggal 2 Februari 1374.  Saat ini relikwi Santo Andreas Corsini berada di Gereja Santa Maria del Carmine di Florence.(qq)

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Selasa, 6 Januari 2026

Markus 6:34-44

34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. 35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. 36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." 37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" 38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." 39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. 40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. 41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. 42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. 43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. 44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa senang menjadi koordinator kelompok. Tetapi orang bisa jauh lebih gembira ikut menjadi pengurus teras organisasi.
  • Tampaknya, dalam kelompok orang hanya berhubungan dengan jumlah kecil keanggotaan. Di dalam organisasi orang bisa bangga menjadi bagian dari ikatan jauh lebih banyak anggota.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun bentuk kelompok amat kecil dibandingkan dengan bentuk organisasi, karena daya Roh ada dalam keeratan relasi personal, kelompok memiliki penjagaan hidup masing-masing orang jauh lebih kuat dibandingkan dengan organisasi yang hubungan personalnya bisa amat minim bahkan hampa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa dalam paguyuban sebuah kelompok ada tahta Tuhan.

Ah, orang akan sungguh lebih terjamin hidup dalam pelindungan organisasi daripada kelompok.

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Kamis, 8 Januari 2026 Lukas 4:14-22a 14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah ...