Friday, January 2, 2026

Santa Genoveva

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 22 Juli 2013 Diperbaharui: 22 Juni 2020 Hits: 43830

  • Perayaan
    03 Januari
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 422
  •  
  • Kota asal
    Nanterre - Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 500 di Paris, Perancis | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Genoveva dilahirkan sekitar tahun 422 di Nanterre, sebuah desa kecil, empat mil jauhnya dari Paris. Ketika masih sangat muda, ia rindu untuk membaktikan hidupnya kepada Yesus.

Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Genoveva tinggal bersama neneknya. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa setiap hari. Ia menjadi sangat akrab dengan Yesus dan ingin membagikan kebaikan-Nya kepada orang-orang lain juga. Genoveva adalah seorang gadis yang lemah lembut dan murah hati. Dengan caranya sendiri, ia melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Penduduk Paris bersiap-siap hendak melarikan diri dari suatu balatentara ganas yang datang untuk menyerang mereka. Genoveva tampil. Ia membangkitkan semangat warga kota agar mengandalkan Tuhan. Ia mengatakan bahwa jika mereka melakukan matiraga, maka mereka akan dibebaskan. Orang-orang percaya dan melakukan apa yang dikatakannya, dan balatentara Hun yang ganas sekonyong-konyong berbalik kembali. Mereka tidak menyerang kota sama sekali.

St. Genoveva mengamalkan belas kasihan dan ketaatan pada kehendak Allah setiap hari sepanjang hidupnya, bukan hanya pada waktu kesesakan. Tak pernah ia menyerah dalam melakukan sebanyak mungkin kebajikan. Kesetiaan kepada Yesus dan keberanian adalah karunia-karunia istimewa yang menjadi kesaksian hidup yang ditinggalkan Genoveva bagi kita.

Salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan bagi negara kita adalah berdoa bagi para pemimpin negara. Kita mohon pada Tuhan untuk membimbing mereka demi kebaikan kita semua.

St. Genoveva memberikan teladan kesetiaan dan keberanian dalam mengandalkan Tuhan, teristimewa dalam masa-masa sulit di negaranya. Berdoa bagi para pemimpin negara merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan bagi negara kita, memohon Tuhan agar membimbing mereka dalam membuat keputusan-keputusan yang tepat bagi kebaikan semua orang.

Lamunan Pekan Biasa Natal

Sabtu, 3 Januari 2026

Yohanes 1:29-34

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa seorang tokoh iman yang hidup hanya untuk kerohanian akan memiliki pengetahuan segala misteri hidup. Dia memahami kesejatian dari apapun yang tampak dan tak tampak.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa seorang tokoh iman yang hidup hanya untuk kerohanian akan memiliki pengetahuan segala hal yang dari Tuhan. Dia memahami hadirat Tuhan di dunia dalam segala isyarat dan bentuknya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun hidup hanya untuk kerohanian bisa membuat tokoh iman memahami segala misteri hidup, bagaimanapun juga untuk tahu dan paham akan hadirat Tuhan di tengah dunia orang membutuhkan proses. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati untuk paham dan tahu serta ikut jalan hadirat Tuhan di tengah-tengah dunia orang memerlukan tahap-tahapan sesuai dengan perkembangan situasi hidupnya.

Ah, kalau punya anugrah kenabian orang selalu paham secara langsung segala kehendak Tuhan.

Thursday, January 1, 2026

Kuria Keuskupan Agung Semarang


Pada Selasa 23 Desember 2023 saat makan malam Rm. Andika memberi informasi berkaitan pada makan malam Jumat 26 Desember 2025. Ada rombongan kecil akan ikut makan malam bersama para rama Domus. Pada Jumat itu Kuria Keuskupan Agung Semarang akan berkunjung ke Domus dan bergabung dalam makan malam. Kuria adalah Uskup, Sekretaris, Ekonom, Wakil Ekonom, Pastor Katedral. Karena berita itu Rm. Bambang langsung mengontak Ibu Rini untuk mengurus persiapan sajian menu untuk makan malam.

Ternyata kehadiran Mgr. Rubiyatmoko dan rombongan kecilnya dalam makan malam Domus Pacis sungguh membuat hingar bingar suasana. Tak ada seremoni sekecil apapun. Barangkali hanya kejadian semua tamu menyalami para rama Domus satu persatu yang agak seperti upacara. Tetapi itupun terisi dengan celotehan yang menyenangkan. Sambil makan para rama Domus saling mengejek satu sama lain. Hal ini membuat para rama Kuria selalu tertawa ngakak. Sering kali memang muncul pertanyaan dari para tamu. Tetapi jawaban selalu terbungkus dengan kelakar penuh humor. Bahkan ketika makan malam selesai. ngobrol omong-omong masih terjadi cukup lama. Dengan berbagai kesembronoan para rama Domus juga bercerita perjalanan berada di Domus dari dulu hingga kini. Hal ini ternyata menjadi semacam laporan kehidupan para rama sepuh di Domus Pacis Santo Petrus secara bersama face to face dalam suasana penuh keterbukaan. Itu bagaikan keluarga membicarakan baik yang menyenangkan maupun memprihatinkan tetapi menjadikan pengalaman yang menghadirkan kegembiraan bahkan kelucuan.

Santo Basilius Agung

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 21 Juli 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 27189

  • Perayaan
    02 januari
  •  
  • Lahir
    Tahun 330
  •  
  • Kota asal
    Konstantinopel (Sekarang Istambul - Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 379. Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Basilius adalah salah seorang pujangga besar Gereja. Ia lahir di Asia Kecil pada sekitar tahun 330 (sekarang daerah tersebut dikenal dengan nama Turki). Keluarga Santo Basilius Agung: nenek, ayah, ibu, dua saudara serta seorang saudarinya semuanya adalah orang kudus. Basilius bertemu dengan Gregorius dari Nazianzen dan menjadi sahabat karib di sekolah di Athena, Yunani. Di sana, Basilius lalu dikenal sebagai seorang guru besar yang tersohor.

“Berikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu, dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.”
 

---St.Basilius Agung

Suatu hari, saudarinya yaitu St. Makrina, menyarankan agar ia menjadi seorang biarawan. Basilius mendengarkan nasehat baik saudarinya, lalu pergi ke tempat yang sunyi dan mendirikan biaranya yang pertama. Regula (=peraturan biara) yang ditetapkannya bagi para biarawannya amatlah bijaksana. Biara-biara Gereja Timur masih menerapkannya hingga saat ini.

Santo Basilius bersama santo Gregorius, menjadi imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Ajaran sesat ini membingungkan banyak orang.

Basilius selalu bersikap lembut dan murah hati. Ia selalu menyediakan waktu untuk menolong kaum miskin papa. Ia bahkan mendorong orang-orang miskin itu untuk menolong mereka yang lebih miskin dari mereka sendiri. “Berikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu,” desaknya, “dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.”

Basilius menyumbangkan segala miliknya dan membuka sebuah dapur umum. Di sana orang sering melihatnya mengenakan celemek dan melayani mereka yang lapar. Basilius wafat pada tahun 379 dalam usia empatpuluh sembilan tahun. Sementara Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia enampuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika St. Petrus di Roma.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

Jumat, 2 Januari 2026

Matius 23:8-12

8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya status sosial memang mudah menghadirkan penghormatan. Makin tinggi status sosialnya, makin besarlah penghormatannya.
  • Tampaknya, yang namanya status sosial memang mudah menghadirkan kekuasaan. Makin tinggi status sosialnya, makin besarlah kuasa untuk memerintah orang lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun makin tinggi status sosial seseorang membuatnya makin besar penghormatan dan kuasa diterima, dia justru menghayatinya sebagai makin jadi bawahan banyak orang dan mengerjakan fungsi kaum pelayan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa sikap meninggi seseorang adalah tanda tingkat tak ada penghormatan.

Ah, seorang pejabat tinggi selalu akan terhormat.

Wednesday, December 31, 2025

Sumbangan Ekstra Tambahan Honor

Domus Pacis Santo Petrus memang mencari sumbangan dana uang untuk tambahan honorarium para karyawannya. Memang, Keuskupan selalu mengirimkan anggaran secara rutin untuk honorarium karyawan. Memang, kiriman Keuskupan sudah mencukupi untuk pemberian standar besaran honor. Tetapi pelayanan untuk para rama sepuh dengan kondisi rentan kelansiaan dan berbagai macam penyakit menuntut energi lebih dari para karyawan. Dari 12 orang rama sepuh hanya 1 orang masih bisa berjalan, tetapi dalam banyak hal beliau sudah membutuhkan bantuan. Sebelas orang lain sudah berkursi roda bahkan 2 orang di antara sudah bersahabat dengan tempat tidur. Dari 12 orang rama sepuh tinggal seorang yang masih bisa urusan KM/WC sendiri. Dari semua itu ada 3 orang yang harus mendapatkan penjagaan 24 jam. Dengan demikian, demi ketenangan kerja, Domus mengupayakan hadirnya sumbangan untuk lemburan dan beberapa bonus tertentu.


Puji Tuhan, setiap bulan selalu ada umat yang mengulurkan kepedulian dengan memberikan dana uang. Sumbangan dana biasa dikirimkan lewat rekening bank. Dalam hal ini Rm. Bambang bertindak sebagai pencatat nama-nama penyumbang dan jumlah sumbangannya. Sebenarnya setiap bulan Rm. Bambang selalu mencantumkan nomor rekening bank : BCA no. 456-514-6662 a.n. Petrus Noegroho Agoeng SW. Rekening bank memang memakai nama Petrus Noegroho Agoeng SW. Itu adalah Rm. Agoeng yang dulu pernah menjadi pengurus Domus Pacis Puren, Pringwulung. Itu adalah rekening bank yang digunakan oleh Rm. Bambang untuk menampung sumbangan umat demi kebutuhan di luar anggaran yang ditanggung oleh keuskupan. Satu hal yang terjadi adalah umat peduli Domus mengirimkan sumbangan ke no rekening lain yang mencantumkan pos untuk rama sepuh Domus. Itu adalah rekening bank di pusat Keuskupan untuk kebutuhan rutin Domus Pacis. Kebutuhan ekstra Domus masih memakai rekening BCA atas nama Rm. Agoeng, yang langsung dicatat oleh Rm. Bambang dan dikelola oleh Direktur Domus Pacis yang kini dijabat oleh Rm. Bambang. Rm. Bambang hanya mencatat kiriman rekening atas nama Rm. Agoeng. Di luar itu Rm. Bambang tidak memasukkan dalam catatannya. Untuk bulan Dese4mber 2025, nama-nama yang menyumbang dalam catatan Rm. Bambang sebesar Rp. 7.450.000 adalah sebagai berikut :

1. Ibu Dicky, 2. Ibu Haryono, 3. PUPIP Ungaran, 4. ML Setiyani Indrawati , 5. Ibu Niken, 6. Ibu Ida, 7. Bapak Djono, 8. Ibu Naryo, 9. Ibu Maria Kristina Dannie, 10. Ibu Christine, 11. Ibu Wartini, 12. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 13. Ibu Lili Herawati, 14. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 15. Ibu Malya, 16. Ibu Yuliana Sutarni, 17. Ibu Lucy, 18. Ibu Mamik, 19. Ibu Dewi Anggraeni, 20. Ibu Harno, 21. Ibu Christin, 22. Ibu Yenyen, 23. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 24. Ibu Bernadet Suwarni, 25. Kerahiman Ilahi Mungkid, 26. Ibu Chatarina Gunarti, 27. Ibu Bellissima, 28. Ibu Kanaya.

Santo Telemakus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 23 Oktober 2014 Diperbaharui: 27 Desember 2019 Hits: 12672

  • Perayaan
    1 Januari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-4 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Yang tertulis : Datang dari Timur ke Roma
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dilempari batu sampai mati dalam arena Gladiator di Roma - Italia pada tanggal 1 Januari 391 atau 404 (sumber berbeda)
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Kisah tentang Santo Telemakus ditemukan dalam tulisan Theodoret, Uskup Cyrrhus, Suriah. Telemakus disebutkan sebagai seorang pertapa (sumber lain menyebutkan : biarawan)  yang datang ke Roma dari Timur. Ia mencoba untuk menghentikan perkelahian gladiator di amphitheater Romawi, hingga ia dilempari batu sampai mati oleh orang banyak. Kaisar Kristen Honorius, bagaimanapun, sangat terkesan dengan kemartiran biarawan itu dan mendorongnya untuk mengeluarkan larangan yang sangat bersejarah, yaitu melarang pertunjukan pertarungan gladiator.

Pertarungan gladiator yang terakhir diketahui berlangsung di Roma adalah pada tanggal 1 Januari 404 M, jadi tanggal ini dijadikan sebagai tanggal kemartiran Santo Telemakus.

Sebuah tradisi lain mengisahkan bahwa kemartiran santo Telemakus terjadi setelah ia berdiri di ampiteater dan mengatakan kepada majelis untuk berhenti menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada para dewa. Mendengar pernyataan ini, prefek kota lalu memerintahkan para gladiator untuk membunuh Telemachus.

Santa Genoveva

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  22 Juli 2013  Diperbaharui:  22 Juni 2020  Hits:  43830 Perayaan 03 Januari   Lahir Sek...