DOMUS PACIS PETRUS
Thursday, January 8, 2026
Dua Lingkungan dari Paroki Pringwulung
Inilah umat dari 2 Lingkungan yang bergabung mengunjungi Domus Pacis Santo Petrus. Itu adalah umat Katolik Lingkungan Kolombo dan Lingkungan Pringgondani. Kedua Lingkungan ini termasuk penggembalaan Paroki Pringwulung. Mereka berkunjung pada hari Minggu 4 Januari 2026. Kehadirannya adalah untuk berjumpa dengan para rama sepuh. Omong-omong dengan para rama sepuh sungguh terjadi dalam suasana ceria. Dalam tanya jawab ada satu hal yang belum pernah muncul dalam kunjungan-kunjungan sdebelumnya. "Mengapa rama sepuh justru mendapatkan uang saku lebih banyak daripada yang masih muda. Karena sudah sepuh, uang itu untuk apa?" Pertanyaan ini muncul karena kata-kata Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, ketika memberikan kata-kata selamat datang kepada para tamu. "Saya juga termasuk dengan para rama di Domus Pacis. Tetapi berbeda dengan para rama sepuh, uang saku saya kalah besar" kata Rm. Andika. Ketika hal itu jadi pertanyaan, Rm. Bambang menjelaskan bahwa setiap rama praja Keuskupan Agung Semarang selalu mendapatkan uang saku dari pimpinan Komunitasnya. Para rama Domus Pacis juga mendapatkan uang saku sebulan sekali dari Komunitas. Tetapi, kalau para rama masuk usia 65 tahun dan seterusnya, Keuskupan selalu juga memberikan tambahan sebagai tali asih. Bagi bara rama yang sudah dapat tambahan, untuk apakah uang itu? "Untuk saya, saya sering memberikan sumbangan. Tetapi juga untuk memenuhi yang saya senangi. Saya biasa menggunakan untuk beli rokok" Rm. Suhartana memberikan sharingnya. Ada juga yang sharing bahwa ada cucu-cucu saudara berkunjung. Maka rama itu merasa senang bisa memberi uang pada mereka. Ada yang berkata "Setiap bulan saya bisa jajan mengajak keluarga tertentu. Saya bisa senang untuk membayari, karena sayalah yang mengajak". Ternyata setiap rama mempunyai kebijakan masing-masing untuk uang yang diterima. Tentu saja rama-rama tertentu juga punya tabungan. Hal ini sungguh bisa untuk berjaga karena sering muncul keinginan yang membutuhkan beaya. Kebutuhan selalu sudah terpenuhi. Tetapi untuk hobi atau keinginan, para rama merasa bahagia bisa memenuhi sendiri.
Santa Marsiana
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 21 Maret 2017 Diperbaharui: 12 Januari 2020 Hits: 15077
- Perayaan9 Januari
- LahirHidup pada akhir abad ke-3
- Kota asalMauritania Caesariensis (sekarang wilayah negara Aljazair)
- Wafat
- Sekitar tahun 303
Martir | Di adu dengan binatang buas dalam arena Gladiator. Tewas setelah ditusuk tanduk banteng liar dan dicabik-cabik macan tutul - Beatifikasi-
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Selama masa penganiayaan orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus (kaisar Romawi tahun 284 – 305), ia difitnah telah merusak patung berhala dewi Diana. Ia lalu ditangkap dan dilemparkan ke arena Gladiator di Ceasarea Cherchell (Tipaza Aljazair).
Martir Kristus ini tewas mengenaskan setelah ditusuk tanduk banteng liar dan dicabik-cabik oleh macan tutul.(qq)
Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan
Jumat, 9 Januari 2026
Lukas 5:12-16
12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." 13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. 14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." 15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. 16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, popularitas bisa menjadi kerinduan batin seseorang sadar atau tidak sadar. Orang bisa berusaha membuat kegiatan yang menghadirkan kekaguman bagi banyak orang lain.
- Tampaknya, dengan adanya banyak orang mengaguminya, seseorang dapat merasa menjadi sosok populer. Berbekal popularitas dia bisa mengejar kedudukan terhormat di tengah masyarakat.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun popularitas bisa menggembirakan bahkan membuka peluang perolehan kedudukan sosial, orang akan tidak akan absen untuk menjumpai relung hati sendiri agar tak sesat menghayati kehidupan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa hubungan intim dengan Tuhan dalam relung hati adalah landasan dan kekuatan utama untuk hidup yang mengalirkan kebaikan umum.
Ah, kalau punya popularitas orang bisa menang ikut pemilihan umum.
Wednesday, January 7, 2026
Demi Domus Pacis Santo Petrus
Sekarang kisah tentang Bu Rini. Nama lengkapnya Natalia Rini Kusparwati. Di Domus Pacis dia adalah salah satu relawan di samping Bu Titik Waluyanti. Bu Rini menjadi relawan Domus Pacis sejak Januari 2012 untuk para rama sepuh yang tinggal di Domus Pacis Puren, Paroki Pringwulung. Ketika pada 1 Juni 2021 para rama sepuh Domus Puren dipindahkan ke Domus Pacis Santo Petrus, Kentungan, Bu Rini dan Bu Titik tetap ikut sebagai relawan. Selain ikut mengurus sumbangan snak bersama Bu Titik, keduanya juga biasa mengurus sajian konsumsi untuk hajatan-hajatan Domus Pacis Santo Petrus.
Selain itu Bu Rini juga menjadi tenaga khusus pencarian dana dengan penjualan batik bersama Rm. Bambang. Bu Rini yang selalu mengjadi penghubung dengan pengrajin, menjadi pelayan utama untuk para pembeli batik, dan mengurus pengiriman paket pesanan-pesanan. Terkisah, umat Wilayah Monica, Paroki Ignatius Magelang, pesan seragam batik sebanyak 70 potong. Ibu Sisca Gaven menjadi wakil umat Wilayah. Ibu Sisca membayar via rekening bank a.n. Rm. Bambang. Setelah kain batik pesanan siap, Bu Rini mengirimkan pada tanggal 2 Januari 2026. Pada tanggal 7 Januari 2026 jam 06.22 Bu Sisca mengirimkan pesan WA di HP Rm. Bambang "Selamat pagi Romo. Mau tanya, apakah kainnya sudah dikirim? Terima kasih". Rm. Bambang menjawab akan mengecek. Ketika ditanyakan ke Bu Rini lewat medsos, Bu Rini menjawab sudah mengirim. Ketika ditanya mengapa belum sampai, Bu Rini baru tahu bahwa alamat kirim keliru ke Susteran Sang Timur Nanggulan, Kulon Progo. Itulah mengapa pada Rabu 7 Januari itu di pagi hari Bu Rini ditemani oleh Mbak War, ART-nya, menuju Nanggulan mencari susteran. Bu Rini senang sekali karena sekarung paket kain batik masih utuh. Dari Nanggulan Bu Rini langsung menuju Pastoran St. Ignatius Magelang selah melakukan kontak janjian lewat medsos dengan Bu Sisca Gaven. Puji Tuhan, akhirnya sampailah paket ke tangan pemesan. Bu Rini dengan bertopi sempat berfoto dengan Bu Sisca Gaven.Santo Thorfinn
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 22 Juli 2013 Diperbaharui: 31 Maret 2017 Hits: 9952
- Perayaan08 Januari
- LahirHidup pada abad ke-13
- Kota asalNorwegia
- Wafat
- 8 Januari tahun 1285 di Biara Cistercian TerDoest, Bruges, Belgia
Sebab alamiah - Beatifikasi-
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Ia mendapatkan seorang biarawan tua, Walter de Muda, yang mengenal Thorfinn. Sesungguhnya, Walter, yang begitu terkesan oleh kelemah lembutan dan keteguhan iman uskup Thorfinn, telah menulis sebuah puisi tentangnya. Walter menaruh puisinya itu dalam kubur Thorfinn. Para biarawan pergi mencari puisi tersebut. Mereka menemukan perkamen yang tampak baru dan baik keadannya seperti saat diletakkan di sana.
Para biarawan merasa bahwa ini merupakan tanda bahwa Tuhan menghendaki agar Thorfinn dikenang serta dihormati. Orang mulai mohon bantuan doanya dan mukjizat-mukjizat pun terjadi. Walter diminta untuk menuliskan apa saja yang dapat diingatnya tentang Thorfinn.
Ia menulis bahwa Thorfinn datang dari Norwegia. Sebagai imam, kemungkinan ia melayani di katedral. Tampaknya Thorfinn menandatangani suatu dokumen penting semasa ia bertugas di katedral. Ia juga menjadi saksi atas Perjanjian Tonsberg pada tahun 1277. Perjanjian tersebut adalah perjanjian antara Raja Magnus VI dengan uskup agung untuk membebaskan Gereja dari campur tangan negara.
Tetapi, beberapa tahun kemudian, Raja Eric meyangkal perjanjian tersebut. Ia melawan uskup agung serta mereka semua yang mendukungnya. Uskup agung diusir, demikian juga Thorfinn, yang saat itu adalah Uskup Hamar, Norwegia.
Thorfinn memulai perjalanan yang berat ke Flanders. Kapalnya bahkan karam dalam perjalanan. Pada akhirnya, ia tiba dan tinggal di biara di mana akhirnya ia kemudian wafat. Ia mengunjungi Roma, tetapi kembali dalam keadaan sakit parah.
Thorfinn tidak punya banyak, tetapi ia membagikan sedikit barang miliknya di antara para anggota keluarga dan kelompok amal kasih. Kemudian ia wafat pada tanggal 8 Januari tahun 1285.
Umat Katolik di Hamar, Norwegia, masih menghormati St. Thorfinn dan merayakan pestanya sampai hari ini.
Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan
Kamis, 8 Januari 2026
Lukas 4:14-22a
14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 15 Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu membenarkan Dia.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, orang dapat merasa mantap dalam bekerja karena berkemampuan. Dia memiliki bakat talenta yang memadahi.
- Tampaknya, orang bisa merasa mantap dalam bekerja karena punya keahlian. Dia memiliki pendidikan akademis yang cocok bahkan dengan ijasah strata tinggi.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki bakat dan bahkan ijasah tinggi bisa menghadirkan kemantapan kerja, orang baru sungguh mampu bekerja kalau sadar dalam segala hidupnya ada dalam topangan bimbingan kuasa Roh yang bersemayam dalam relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa apapun kemampuan dalam kerja adalah bagian dari karunia kuasa Roh Kudus.
Ah, kerja baru sungguh hebat kalau menghasilkan banyak uang.
Tuesday, January 6, 2026
Yang Pokok Hati Ceria
Suasana makan para rama Domus Pacis Santo Petrus biasa diwarnai keceriaan. Kelakar-kelakar biasa saja terjadi. Bahkan bullying tidak membuat sakit baik ragawi maupun jiwani. Bisa pula terjadi suasana omongan dikaitkan dengan ayat Kitab Suci. Salah satu pengalaman berkaitan dengan kata-kata Tuhan Yesus “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut” (Mat 18:7).
Dalam makan bersama Rm. Bambang mengejek salah satu teman rama. “Njenengan niku hebat lho. Sungguh ahli roh” (Anda adalah sosok hebat. Sungguh ahli dalam urusan roh). Rama lain pun ikut menimpali dan menambah suasana riuh penuh gelak tawa. Bahkan tawa makin meledak ketika salah satu rama berkata “Nèk nyawang wong kowé mesthi isa tembus pandhang. Jeroan-jeroané ya dadi cetha” (Kalau memandang orang kamu pasti bisa melihat tembus pandang. Berbagai kedalamannya akan tampak jelas). Tiba-tiba salah satu rama usia 80an bertanya kepada Rm. Bambang “Dha omong apa?” (Apa yang dibicarakan?). Maklumlah, pendengaran rama itu sudah banyak menurun. Pada waktu Rm. Bambang menjawab sambil menunjuk rama yang jadi sasaran ejekan “Dhèké muni nèk kowé ki bagus” (Dia bilang kamu punya paras bagus). Tiba-tiba rama 80an itu berbicara dengan suara keras bagaikan membentak-bentak diarahkan ke rama yang dilaporkan oleh Rm. Bambang “Sejak dulu aku memang sudah bagus. Tidak seperti kamu”. Ternyata bentakan itu tak membuat ketakutan rama lain dan malah membuat tawa terpingkal-pingkal. Rm. Bambang berkata “Wah, aku telah membuat sesat” yang disambung Rm. Andika “Padahal yang membuat sesat anak-anak harus ditenggelamkan ke dalam laut”. Rm. Bambang langsung menyahut “Untunglah yang saya sesatkan lansia. Ternyata malah membuat gembira semua. Apakah ini penyesatan yang membawa warta Injil?”
Dua Lingkungan dari Paroki Pringwulung
Inilah umat dari 2 Lingkungan yang bergabung mengunjungi Domus Pacis Santo Petrus. Itu adalah umat Katolik Lingkungan Kolombo dan Lingkungan...
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...
-
Rm. Stefanus Istata Raharja adalah salah satu Imam Praja Keuskupan Agung Semarang. Tuhan memanggil beliau pada Minggu 5 Oktober 2025 jam 15....
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...




