Saturday, January 10, 2026

Lamunan Pesta

Pembaptisan Tuhan

Minggu, 11 Januari 2026

Matius 3:13-17

13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" 15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. 16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya tokoh akan memiliki pengaruh di hadapan banyak orang. Dia akan ditinggikan oleh massa.
  • Tampaknya, orang yang ditinggikan oleh massa dapat berbuat sesuai kehendaknya. Dia mudah membuat banyak orang melakukan kehendaknya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun banyak orang dan tokoh lain meninggikan dan mengakui kuasa besar tokoh tertentu, kebesaran sejati seorang tokoh justru mengalir dari semangat batin yang mengikuti kehendak Allah yang didengarnya dari dalam relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seseorang akan menjalani hidup sebagai ungkapan dan wujud ketaatan pada kehendak Allah.

Ah, seorang tokoh bisa selalu hidup sesuai kehendak sendiri.

Friday, January 9, 2026

Sadar POV

Sebenarnya saya sering heran mengapa Tuhan Yesus kerap melarang orang mengomongkan yang disaksikan ketika Tuhan membuat mukjizat seperti menyembuhkan orang yang menderita penyakit atau yang kerasukan setan atau juga ketika membangkitkan seseorang yang sudah meninggal. Ambil saja kisah dalam Luk 8:49-56 :

“Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur." Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!" Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi “Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.” 

Bagi yang melihat peristiwa pembangkitan hidup kembali anak kepala rumah ibadat yang bernama Yairus, pastilah itu adalah hal yang amat mentakjubkan di luar pemahaman banyak orang. Sebagai peristiwa amat sangat istimewa sekali pastilah itu bisa menjadi berita yang amat menghebohkan. Tetapi ketika Yairus takjub “Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu” (Luk 8:56). Dulu saya mengira larangan ini berkaitan dengan perutusan Tuhan Yesus berada di tengah dunia untuk mewartakan kasih penyelamatan ilahi. Kalau itu jadi omongan banyak orang, Yesus bisa hanya diterima sebagai semacam dukun yang amat sangat sakti. Pandangan seperti itu tentu akan menghambat orang percaya pada Tuhan Yesus sebagai hadirat Allah sebagai Penyelamat dunia.

Berguru Kepada Bunda Maria

Larangan mengomongkan karya mentakjubkan dari Tuhan jelas bukan menjadi keharusan mendiamkan sepanjang segala abad. Nyatanya, kita masa kini bisa ikut tahu karena masuk dalam tulisan buku Injil. Karena tulisan Perjanjian Baru terjadi setelah para murid Tuhan mewartakan iman secara lisan paling tidak sekitar 10 tahun sesudah Tuhan Yesus wafat di kayu salib, maka peristiwa anak Yairus dan peristiwa mukjizat lainnya sudah jadi omongan. Katanya, penulis pertama adalah Santo Paulus yang menulis Surat Pertama kepada Umat di Tesalonika.

Entah bagaimana, karena realita itu saya teringat akan sikap Bunda Maria ketika mengalami 2 macam peristiwa yang mentakjubkan baik. Yang pertama adalah yang diceritakan oleh para gembala di hadapan Bayi Yesus yang terbaring di palungan (Luk 2:8-20). Yang kedua adalah yang dilihat sendiri oleh Bunda Maria ketika Yesus remaja tertinggal di Kenisah Yerusalem (Luk 2:41-52). Bagi saya yang menarik adalah tanggapan Bunda Maria yang “menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2:19 bandingkan ayat 51). Bagi Bunda Maria peristiwa itu tentu menjadi hal mentakjubkan yang terjadi dalam keluarganya. Kalau ini langsung diceritakan ke para tetangga, pastilah keluarga Bunda Maria akan makin mentakjubkan bagi banyak orang. Tetapi Bunda Maria pertama-tama diam menyimpan dalam hati. Itu menjadi proses batin dalam relung hati. Yang disimpan dalam hati menjadi bahan permenungan. Sadar atau tidak sadar, apapun kalau menjadi dinamika relung hati, bagi saya itu berarti menjadi dialog dengan Roh Allah. Bukankah setiap orang adalah bait Allah (lihat 1Kor 6:19). Semua ini bagi saya menjadi pemahaman hidup agar dalam omong atau menulis sebuah peristiwa bukan sekedar mengumbar kata-kata. Dengan proses diam menyimpan dalam hati dan merenungkan saya boleh mengalami kejadian sebagai perspektif iman. Dan kalau kemudian mengomongkan atau menulis, itu menjadi pewartaan iman.

Menyadari Pentingnya POV

Kebetulan saja saya tidak memiliki bakat besar sebagai penulis. Saya lebih lancar omong daripada menulis. Untuk menulis setengah halaman bisa membutuhkan waktu 30 menit bahkan lebih. Kebetulan saja saya tinggal di rumah para rama sepuh Domus Pacis Santo Petrus dan sekitar 90% berada dalam kamar sendiri. Maka, saya jauh lebih banyak berhadapan dengan tulisan baik yang saya baca maupun yang saya buat sendiri.

Berkaitan dengan diam menyimpan dalam relung hati, saya terikat kata-kata “Diam adalah emas”. Dengan diam, mau tidak mau orang tetap akan omong. Yang diomongkan adalah yang ada dalam pikiran dan atau dalam perasaan dan atau dalam kehendak yang bersangkutan. Kebetulan saja setiap hari saya memiliki keharusan hati untuk menuliskan renungan Injil harian dan peristiwa yang terjadi di Domus Pacis. Selain itu saya juga kerap menuliskan pengalaman batin saya sendiri berkaitan dengan kelansiaan. Terhadap kutipan Injil harian, peristiwa Domus, dan hal yang muncul berkaitan dengan kelansiaan, saya sering terbentur bagaimana saya harus menuliskannya. Bisa untuk jadi satu tulisan, terutama tentang peristiwa Domus dan hal kelansiaan, terjadi gelutan batin terpikir dan terasakan selama lebih dari sehari. Ternyata ketika jadi tulisan, satu tulisan bisa diwarnai oleh pikiran tertentu atau oleh perasaan tertentu atau oleh minat tertentu.

Sebenarnya semua penulisan itu sudah berjalan secara tidak sadar selama lebih dari 10 tahun. Barulah sesudah masuk hari-hari pertama tahun 2026 saya menyadari bahwa dalam tulisan selalu terjadi dengan sudut pikiran tertentu atau sudut perasaan tertentu atau sudut perasaan tertentu. Mungkinkah itu yang pada saat ini disebut Point Of View (POV) atau sudah pandang? Bagi saya sudut pandang seseorang bisa diwarnai oleh pikiran atau perasaan atau kehendak. Dari sini saya merasa diteguhkan oleh https://www.antaranews.com/berita/4261039 yang menjelaskan tentang POV. Di situ dijelaskan bahwa “POV adalah singkatan dari "point of view" yang berarti sudut pandang dan biasanya digunakan untuk menunjukkan situasi dari perspektif tertentu. ..... Istilah ini sering digunakan dalam narasi orang pertama, yang membantu pembuat konten membenamkan penonton dalam cerita atau pengalaman tertentu. ..... Istilah "POV" awalnya berasal dari dunia perfilman, di mana hal ini menggambarkan sudut pandang dari mana sebuah adegan ditampilkan.”

Domus Pacis, 7 Januari 2026

Santo Marsianus dari Konstantinopel

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 16 Maret 2015 Diperbaharui: 09 Januari 2017 Hits: 10718

  • Perayaan
    10 Januari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-5 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Konstantinopel (sekarang Istambul - Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 480 di Konstantinopel - Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Marsianus berasal dari keluarga bangsawan Romawi di kota Konstantinopel. Ia masih keluarga dari Kaisar Theodosius II. Tanggal kelahirannya tidak diketahui, namun tercatat ia ditahbiskan sebagai seorang imam pada tahun 455. Marsianus adalah seorang imam yang sangat saleh. Ia hidup dalam matiraga dan disiplin rohani yang sangat keras; sampai-sampai ia pernah dituduh sebagai pengikut bidaah Novitianisme.

Novitianisme adalah sebuah bidaah di abad ke-3 yang dipimpin oleh seorang antipaus bernama Novitianus. Novitianus dan para pengikutnya mengambil sikap yang keras dan menolak memberikan pengampunan bagi orang-orang Kristen yang pernah melakukan dosa berat; khususnya bagi mereka yang pernah murtad selama masa penganiayaan. Sekalipun mereka telah menunjukkan tanda-tanda penyesalan atas dosa-dosa mereka dan menjalani silih dosa dengan sungguh-sungguh, namun Novitianus dan para pengikutnya tetap menganggap mereka najis dan tidak layak diterima dalam jemaat. Novitianus kemudian diekskomunikasi oleh Paus Santo Cornelis pada bulan Oktober 251, sehingga ia dan para pengikutnya memisahkan diri dari Gereja Roma. Bidaah Novitianisme dapat bertahan sampai abad ke-5.

Karena berdarah bangsawan dan juga karena kejujurannya, Marsianus kemudian diangkat menjadi seorang Oikonomos, posisi kedua sesudah Patriark, dan juga sebagai Bendahara Gereja Hagia Sophia. Walau bisa hidup dalam kemewahan, namun Marsianus sangat menghayati hidup sebagai seorang hamba Kristus yang miskin. Kebiasaannya berdoa, bertapa dan berpuasa membuat kehidupan rohaninya sungguh mendalam. la sering menyamar sebagai seorang pedagang dan membagi-bagikan harta kekayaan keluarganya bagi para fakir miskin.

Suatu hari saat Marsianus sedang bergegas ke upacara konsekrasi sebuah gereja baru, ia bertemu dengan seorang pengemis yang sangat mengenaskan dengan pakaian compang-camping dan nyaris telanjang di pinggir jalan. Marsianus segera membuka semua pakaiannya dan memberikannya kepada pengemis itu. Ia hanya menyisakan kasula untuk dapat dipakai saat misa. Ketika ia tiba di gereja, semua orang nampak tercengang karena melihat Santo Marsianus tampak mengenakan jubah emas yang berkilauan di balik kasulanya. Patriark Gennadius bahkan menegur Marsianus karena berpakaian dengan begitu mewah. Orang kudus ini kemudian melepaskan kasula nya untuk menunjukkan bahwa ia tidak mengenakan apa-apa.

Santo Marsianus juga dikenal sebagai pendiri dan pembaharu banyak gedung gereja di Konstantinopel. Ia tutup usia dengan tenang di kota Konstantinopel pada sekitar tahun 480.

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Sabtu, 10 Januari 2026

Yohanes 3:22-30

22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. 26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ketokohan juga bisa menjadi sumber persaingan. Antar tokoh bersaing untuk berebut popularitas yang bisa mengalirkan kedudukan terhormat.
  • Tampaknya, persaingan antar tokoh bisa melebar ke persaingan antar pendukung. Pendukung akan mati-matian membela dan mengunggulkan tokohnya serta bisa berjuang menterpurukkan saingan tokohnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun kemunculan orang populer baru bisa menjadi saingan seorang tokoh yang sudah lebih dahulu populer, seorang tokoh sejati akan sadar terbuka serta menghargai adanya karunia Tuhan dalam diri tokoh baru. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang tokoh akan menghargai kelebihan munculnya tokoh baru.

Ah, kehebatan seorang tokoh adalah kalau bisa mengungguli tokoh-tokoh lain dan menutup munculnya tokoh baru.

Thursday, January 8, 2026

Dua Lingkungan dari Paroki Pringwulung


Inilah umat dari 2 Lingkungan yang bergabung mengunjungi Domus Pacis Santo Petrus. Itu adalah umat Katolik Lingkungan Kolombo dan Lingkungan Pringgondani. Kedua Lingkungan ini termasuk penggembalaan Paroki Pringwulung. Mereka berkunjung pada hari Minggu 4 Januari 2026. Kehadirannya adalah untuk berjumpa dengan para rama sepuh. Omong-omong dengan para rama sepuh sungguh terjadi dalam suasana ceria. 

Dalam tanya jawab ada satu hal yang belum pernah muncul dalam kunjungan-kunjungan sdebelumnya. "Mengapa rama sepuh justru mendapatkan uang saku lebih banyak daripada yang masih muda. Karena sudah sepuh, uang itu untuk apa?" Pertanyaan ini muncul karena kata-kata Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, ketika memberikan kata-kata selamat datang kepada para tamu. "Saya juga termasuk dengan para rama di Domus Pacis. Tetapi berbeda dengan para rama sepuh, uang saku saya kalah besar" kata Rm. Andika. Ketika hal itu jadi pertanyaan, Rm. Bambang menjelaskan bahwa setiap rama praja Keuskupan Agung Semarang selalu mendapatkan uang saku dari pimpinan Komunitasnya. Para rama Domus Pacis juga mendapatkan uang saku sebulan sekali dari Komunitas. Tetapi, kalau para rama masuk usia 65 tahun dan seterusnya, Keuskupan selalu juga memberikan tambahan sebagai tali asih. Bagi bara rama yang sudah dapat tambahan, untuk apakah uang itu? "Untuk saya, saya sering memberikan sumbangan. Tetapi juga untuk memenuhi yang saya senangi. Saya biasa menggunakan untuk beli rokok" Rm. Suhartana memberikan sharingnya. Ada juga yang sharing bahwa ada cucu-cucu saudara berkunjung. Maka rama itu merasa senang bisa memberi uang pada mereka. Ada yang berkata "Setiap bulan saya bisa jajan mengajak keluarga tertentu. Saya bisa senang untuk membayari, karena sayalah yang mengajak". Ternyata setiap rama mempunyai kebijakan masing-masing untuk uang yang diterima. Tentu saja rama-rama tertentu juga punya tabungan. Hal ini sungguh bisa untuk berjaga karena sering muncul keinginan yang membutuhkan beaya. Kebutuhan selalu sudah terpenuhi. Tetapi untuk hobi atau keinginan, para rama merasa bahagia bisa memenuhi sendiri.

Santa Marsiana

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 21 Maret 2017 Diperbaharui: 12 Januari 2020 Hits: 15077

  • Perayaan
    9 Januari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Mauritania Caesariensis (sekarang wilayah negara Aljazair)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 303
    Martir | Di adu dengan binatang buas dalam arena Gladiator. Tewas setelah ditusuk tanduk banteng liar dan dicabik-cabik macan tutul
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Marciana sudah dihormati sebagai seorang martir sejak abad ketiga. Legenda menyatakan bahwa dia adalah seorang perawan Kristen dari Mauritania Caesariensis (sebuah provinsi kekaisaran Romawi di Afrika Utara. Saat ini menjadi wilayah negara Aljazair).

Selama masa penganiayaan orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus (kaisar Romawi tahun 284 – 305), ia difitnah telah merusak patung berhala dewi Diana. Ia lalu ditangkap dan dilemparkan ke arena Gladiator di  Ceasarea Cherchell (Tipaza Aljazair).

Martir Kristus ini tewas mengenaskan setelah ditusuk tanduk banteng liar dan dicabik-cabik oleh macan tutul.(qq)

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Jumat, 9 Januari 2026

Lukas 5:12-16

12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." 13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. 14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." 15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. 16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, popularitas bisa menjadi kerinduan batin seseorang sadar atau tidak sadar. Orang bisa berusaha membuat kegiatan yang menghadirkan kekaguman bagi banyak orang lain.
  • Tampaknya, dengan adanya banyak orang mengaguminya, seseorang dapat merasa menjadi sosok populer. Berbekal popularitas dia bisa mengejar kedudukan terhormat di tengah masyarakat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun popularitas bisa menggembirakan bahkan membuka peluang perolehan kedudukan sosial, orang akan tidak akan absen untuk menjumpai relung hati sendiri agar tak sesat menghayati kehidupan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa hubungan intim dengan Tuhan dalam relung hati adalah landasan dan kekuatan utama untuk hidup yang mengalirkan kebaikan umum.

Ah, kalau punya popularitas orang bisa menang ikut pemilihan umum.

Lamunan Pesta

Pembaptisan Tuhan Minggu, 11 Januari 2026 Matius 3:13-17 13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes   untuk dibapti...