Sunday, January 4, 2026

Masih Ada Yang Diminta Bantu Paroki


Domus Pacis Santo Petrus memang rumah Komunitas Rama Sepuh. Semua rama sudah tidak mempunyai tanggungjawab penggembalaan umat. Memang, pada umumnya semua pernah mengalami karya paroki. Tetapi kini semua tidak lagi mengurus umat paroki. Memang, dari antara 13 rama ada yang masih mengalami diminta bantuannya oleh paroki. Yang paling banyak masih diminta bantuan di paroki adalah Rm. Andika Bhayangkara, Direktur Domus. Rm. Andika memang masih berusia belum mencapai 50 tahun. Beliau masih bisa diminta utuk membantu pelayanan Misa di paroki dengan berkendara sendiri. Yang kedua masih ikut membantu paroki adalah Rm. Jarot. Rm. Jarot ikut membantu pada masa Adven 2025 untuk melayani pengakuan dosa dengan antar jemput. Bantuan pelayanan memang terutama berkaitan dengan kegiatan liturgi, yaitu Misa dan Sakramen Tobat. Rm. Bambang memang kadang juga diminta melayani Misa luar Domus. Tetapi pelayanan Misa Rm. Bambang bukan atas permintaan paroki. Yang meminta Rm. Bambang adalah kelompok atau keluarga untuk Misa ujub khusus.

Rm. Bambang memang juga mengalami permintaan paroki. Tetapi permintaan bantuan untuk Rm. Bambang biasa bukan untuk kepentingan pelayanan liturgi. Paroki biasa meminta Rm. Bambang untuk melayani acara pendampingan iman seperti rekoleksi. Dalam hal ini kehadiran Rm. Bambang di paroki terutama untuk kepentingan Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL). Sekalipun masih bersedia mengisi rekoleksi umat umum, tetapi Rm. Bambang memang mengutamakan pengembangan iman kaum lansia. Maka, untuk membantu paroki Rm. Bambang bukan ke bidang liturgi melainkan bidang pewartaan. Meskipun demikian, dia juga pernah diminta untuk bidang lain, yaitu berkaitan dengan pencarian dana pembangunan gedung gereja. Ini terjadi 2 kali. Yang pertama, ketika ada pertemuan PUPIP (Paguyuban Umat Pamitran Imam Praja) DIY di Medari. Karena Paroki Medari sedang membangun gedung gereja, Rm. Bambang didatangkan untuk ikut memotivasi hati berdonasi. Yang kedua terjadi pada Sabtu malam tanggal 27 Desember 2025. Untuk kepentingan pembangunan gedung gereja, Paroki Kalasan mengadakan Christmas Charity di sebuah hotel besar di Kaliurang. Itu adalah malam dana berisi acara-acara hiburan. Salam satu acara mengetengahkan banyolan Punakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Tentu saja inti banyolan adalah mendorong para penonton untuk berdana. Para penonton datang dengan membeli karcis ada yang Rp. 150.000, ada yang Rp. 500.000, dan ada yang Rp. 1.000.000. Kebetulan saja, dengan berperan sebagai Sema, Rm. Bambang bisa tampil kompak melawak bersama 3 orang seniman lainnya.

Santo Yohanes Neumann

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 22 Juli 2013 Diperbaharui: 02 Januari 2020 Hits: 11082

  • Perayaan
    05 Januari
  •  
  • Lahir
    28 Maret 1811
  •  
  • Kota asal
    Bohemia, Republik Ceko
  •  
  • Wilayah karya
    New York, New Jersey, Philadelphia Amerika Serikat
  •  
  • Wafat
  •  
  • 5 Januari 1860
  •  
  • Beatifikasi
    13 Oktober 1963 oleh Paus Paulus VI di Roma, Italia
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 19 Juni 1977 Oleh Paus Paulus VI

Yohanes dilahirkan pada tanggal 28 Maret 1811 di Bohemia, sekarang bagian dari Republik Czech. Orangtuanya adalah Filipus dan Agnes Neumann. Yohanes mempunyai empat orang saudari dan seorang saudara kandung. Setelah lulus dari sekolah, Yohanes masuk seminari.

Ketika tiba satnya untuk ditahbiskan, Bapa Uskup jatuh sakit. Sesudahnya, tanggal pentahbisannya tidak pernah ditetapkan lagi karena pada saat itu Bohemia sudah memiliki banyak imam. Yohanes membaca tentang karya-karya misi di Amerika Serikat, jadi ia memutuskan untuk pergi ke Amerika agar dapat ditahbiskan. Dengan berjalan kaki ia menempuh hampir seluruh perjalanannya ke Perancis, lalu menumpang kapal yang menuju Eropa.

Yohanes tiba di Manhattan pada tanggal 9 Juni 1836. Uskup Yohanes Dubois amat gembira menyambut kedatangannya. Hanya ada tigapuluh enam imam untuk melayani dua ratus ribu umat Katolik yang tinggal di negara bagian New York dan sebagian New Jersey. Hanya enambelas hari setelah kedatangannya, Yohanes ditahbiskan sebagai imam dan diutus ke Buffalo. Di sana ia akan membantu Pastor Pax melayani parokinya yang luasnya sembilan ratus kilometer persegi. Pastor Pax memberinya kebebasan untuk memilih antara kota Buffalo atau daerah pedesaan. Watak Yohanes yang gagah berani mulai kelihatan. Ia memilih yang paling sulit - daerah pedesaan. Ia memutuskan untuk tinggal di sebuah kota kecil dengan sebuah gereja yang belum selesai dibangun. Ketika gereja itu selesai pembangunannya, ia pindah ke kota lain dengan gereja yang dibangun dari balok-balok kayu. Di sana ia mendirikan bagi dirinya sendiri sebuah kamar kecil berdinding kayu. Hampir tidak pernah ia menyalakan api dan seringkali hanya makan roti dan air saja. Ia juga tidur hanya beberapa jam saja setiap malam. Pertanian-pertanian di daerahnya jauh jaraknya antara yang satu dengan yang lain. Yohanes harus berjalan kaki menempuh perjalanan yang panjang agar dapat mengunjungi umatnya. Mereka adalah orang-orang Jerman, Perancis, Irlandia dan Skotlandia. Dahulu di sekolah, Yohanes telah menguasai delapan bahasa. Sekarang ia fasih berbahasa Inggris dan Gaelic pula. Sebelum wafatnya, Yohanes menguasai duabelas macam bahasa.

Pada tahun 1852 Yohanes Neumann diangkat menjadi Uskup untuk kota Philadelphia.  Sebagai uskup Neumann kemudian berkarya dengan mendirikan lima puluh gereja dan mulai membangun sebuah katedral. Ia mendirikan hampir seratus sekolah dan meningkatkan jumlah murid sekolah paroki dari 500 anak ke 9000 anak. Kesehatan Uskup Neumann tidak pernah prima, namun demikian orang tetap saja amat terkejut mendengar berita kematiannya yang tiba-tiba pada tanggal 5 Januari 1860. Ia sedang berjalan kaki pulang dari suatu pertemuan ketika ia jatuh rebah ke tanah karena stroke. Bapa Uskup segera dibawa ke sebuah rumah terdekat namun ia wafat di sana beberapa saat kemudian.

Yohanes Neumann dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI pada tanggal 19 Juni 1977.

Lamunan Sesudah Penampakan Tuhan

Senin, 5 Januari 2026

Matius 4:12-17.23-25

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. 13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, 14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- 16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." 17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa yang namanya pendosa dan penjahat hidupnya tidak transparan. Realita hidupnya banyak ditutupi dengan berbagai macam model perilaku yang tampaknya baik.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa yang namanya pendosa dan penjahat sulit atau bahkan tak bisa menghargai pola hidup benar, baik, dan mulia. Dia tidak dapat menangkap indahnya hidup dalam kebaikan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun bagi kaum pendosa dan penjahat segala yang baik bisa dipandang sebagai ancaman yang membuat hidup terpuruk, kalau ada keterbukaan pada daya relung hati, yang bergelimang dosa dan kejahatan justru akan melihat betapa besarnya cahaya mulia dalam kebaikan sekecil apapun. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung orang yang berkelimang dosa dan kejahatan juga amat peka sekali akan cahaya hadirat Tuhan.

Ah, bagaimanapun juga lingkungan dosa dan kejahatan tertutup pada kebaikan.

Saturday, January 3, 2026

Tamu Remaja Papua


Ini adalah hari Sabtu tanggal 3 Januari 2026. Ketika beberapa rama masih berada di meja makan sesudah santap siang, Rm. Andika mendapatkan telepon. "Terus masuk saja" kata Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, kepada penelpon. Ternyata rombongan tamu pengunjung sudah datang. Tetapi ketika Rm. Andika menerima telepon, rombongan masih melakukan ziarah kubur di Makam Rama Unio di seberang depan bangunan Domus Pacis Santo Petrus. Kursi sejumlah 70 buah sudah disiapkan untuk menerima mereka. Satu hal yang tampak khusus bagi Domus Pacis adalah jumlah mayoritas tamu yang datang. Mayoritas terdiri dari kaum muda. Kalau disebut khusus karena banyak rombongan tamu di Domus biasa beranggotakan kaum dewasa bahkan lansia. Jarang terjadi rombongan kaum muda bertamu. Tetapi siang itu kalau ada beberapa bapak dan ibu ikut, mereka datang untuk mendampingi para muda yang bersamanya.

Ternyata rombongan tamu ini juga lebih dari khusus. Kaum muda yang datang adalah anak-anak Papua. Pada umumnya mereka adalah usia SMA. Rm. Andika bilang mereka datang dari sebuah asrama. Setiap kali Rm. Andika meneyebut kata "Cenderawasih". Hal ini terkesan bahwa yang diomongkan adalah Papua tanah asal burung cenderawasih. Namun, ketika tamu sudah masuk, setiap kali Rm. Bambang mendengar kata kata yang asing dalam tangkapan telinganya. Yang jelas itu adalah nama yayasan. Ketika Rm. Bambang meminta salah satu pendamping, semua pendamping adalah orang Jawa, untuk menuliskan nama yayasan itu, tertulislah kata "Yayasan Binterbusih". Rm. Bambang memang baru pertama kali mendengar kata "binterbusih". Ketika membuka google, ada penjelasan dari PT Freeport Indonesia https://ptfi.co.id › site › uploads › images. Di situ ada tulisan "Cenderawasih (Binterbusih). Yayasan Binterbusih adalah lembaga pembinaan dan pendampingan pelajar dan mahasiswa Papua di Jawa, yang dipimpin oleh Paul Sudiyo". Dalam hal ini kata "Binterbusih" adalah kependekan dari kata "Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih". Ini adalah sebuah yayasan untuk mendampingan kaum remaja Papua siap berperan sebagai penggerak dan pemimpin di Papua. Yayasan ini punya asrama di daerah Sambirata, Semarang.

Sebenarnya acara pertemuan para pelajar Papua dari Yayasan Binterbusih dapat dikatakan sederhana. Seorang ibu pendamping, yaitu Bu Sri Rejeki, menjadi MC. Acara pertama pidato oleh Bapak Andreas disusul pidato oleh Bapak Paul Sudibyo sebagai Ketua. Pidato selanjutnya datang dari Rm. Andika, Direktur Domus Pacis yang kemudian meminta Rm. Bambang untuk mempernalkan rama yang menyambut satu persatu. Setelah itu ada hiburan tarian dan nyanyian paduan suara. Acara ditutup dengan doa lalu berkat oleh Mgr. Blasius. Tetapi acara sederhana itu ternyata menciptakan kemeriahan. Pidato Rm. Andika, yang pernah beberapa tahun berkarya di Papua, sungguh lugas menyentuh hati para pelajar Papua bahkan juga gelak tawa. Perkenalan yang diketengahkan oleh Rm. Bambang juga terisi dengan kata-kata banyolan serta ejekan sana-sini untuk para rama dan pendamping. Tarian dan nyanyian juga amat semarak penuh semangat. Semua gembira penuh kecerahan ......

Santa Elizabeth Ann Seton

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 22 Juli 2013 Diperbaharui: 31 Desember 2019 Hits: 13602

  • Perayaan
    04 januari
  •  
  • Lahir
    28 Agustus 1774
  •  
  • Kota asal
    New York
  •  
  • Wilayah karya
    Amerika Serikat
  •  
  • Wafat
  •  
  • 04 Januari 1821 di Emmitsburg, Maryland | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 14 September 1975, oleh Paus Paulus VI

Moeder Seton; demikianlah orang mengenalnya ketika ia wafat pada tanggal 4 Januari 1821 di Emmitsburg, Maryland. Suatu perjalanan hidup yang penuh dengan kejutan telah menghantarnya untuk menyandang gelar itu. Elizabeth dilahirkan di kota New York pada tanggal 28 Agustus 1774. Ayahnya, Richard Bayley, adalah seorang dokter yang tersohor. Ibunya, Katarina, meninggal dunia ketika ia masih amat muda. Awalnya Elizabeth adalah seorang jemaat Episcopal (Gereja Anglikan di Amerika Serikat dan Skotlandia).

Semasa remajanya, ia melakukan banyak hal untuk menolong orang-orang miskin. Pada tahun 1794, Elizabeth menikah dengan William Seton. William adalah seorang saudagar kaya-raya yang memiliki suatu armada kapal laut. Elizabeth, William, beserta kelima anak mereka hidup berbahagia. Tetapi, tiba-tiba saja, William jatuh bangkrut dan sakit parah dalam waktu yang singkat.

Elizabeth mendengar bahwa cuaca Italia mungkin dapat membuat keadaan suaminya lebih baik. Maka, Elizabeth, William berserta puteri tertua mereka, Anna, melakukan perjalanan ke Italia dengan kapal laut. Tetapi, William meninggal dunia tak lama kemudian. Elizabeth dan Anna untuk sementara waktu tetap tinggal di Italia sebagai tamu keluarga Filicchi. Keluarga Filicchi amat baik hati. Mereka berusaha meringankan penderitaan Elizabeth dan Anna dengan membagikan cinta mereka yang mendalam akan iman Katolik.

Elizabeth pulang kembali ke New York dengan tekad bahwa ia akan menjadi seorang Katolik. Keluarga serta teman-temannya menentang Elizabeth. Mereka amat kecewa mendengar keputusannya, tetapi Elizabeth maju terus dengan berani. Ia bergabung dalam Gereja Katolik pada tanggal 4 Maret 1805.

Beberapa tahun kemudian, Elizabeth dimintai tolong untuk datang serta membuka sebuah sekolah putri di Baltimore. Di sanalah Elizabeth memutuskan untuk hidup sebagai seorang biarawati. Banyak perempuan yang datang untuk bergabung dengannya, termasuk saudarinya dan juga saudari iparnya. Puteri-puterinya sendiri, Anna dan Katarina, juga bergabung pula. Mereka membentuk Suster-suster Puteri Kasih Amerika dan Elizabeth diangkat sebagai pemimpin mereka dan dipanggil “Moeder Seton”.

Elizabeth menjadi terkenal. Ia mendirikan banyak sekolah Katolik dan beberapa rumah yatim piatu. Ia juga merencanakan untuk mendirikan sebuah rumah sakit yang kemudian diresmikan setelah wafatnya. Elizabeth suka menulis dan ia juga menerjemahkan beberapa buku pegangan dari bahasa Perancis ke bahasa Inggris. Tetapi, Elizabeth jauh lebih dikenal oleh karena kebiasaannya mengunjungi mereka yang miskin dan sakit. Elizabeth dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI pada tanggal 14 September 1975.

Lamunan Hari Raya

Penampakan Tuhan

Minggu, 4 Januari 2026

Matius 2:1-12

1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, kaum bijak cendekia akan memiliki pandangan hidup jelas. Bahkan itu menjadi keyakinan yang mendalam.
  • Tampaknya, kaum bijak cenderia akan teguh dalam menghayati pandangan dan keyakinannya. Dia tak akan luntur karena iming-iming atau tawaran harta kekayaan dan uang bahkan ancaman yang membahayakan hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun berpegang teguh dan tak takut akan ancaman demi mempertahankan keyakinan hidup, orang yang sungguh bijak cendekiawan memiliki langkah-langkah alternatif demi damai sejahteranya orang-orang baik yang terancam. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sekalipun dengan kadar kecil akan memiliki kebijakan dan nalar baik untuk berbuat baik demi kebaikan umum.

Ah, orang akan setia pada kesepakatan apapun situasi dan kondisinya.

Friday, January 2, 2026

Abas Tunangan

Yang biasa membuat berita Domus adalah Rm. Bambang. Dia sudah masuk rumah tua Domus sejak 1 Juni 2010. Dia ikut para rama Domus Pacis Puren, Pringwulung, yang pada 1 Juni 2021 dipindahkan ke Domus Pacis Santo Petrus, Kentungan. Rm. Bambang menjalani hidup di Domus sudah lebih dari 15 tahun. Dia ikut menggerakkan terjadinya berbagai peristiwa hajatan yang menyangkut pribadi para rama Domus seperti ulang tahun imamat dan hari khusus rumah. Peristiwa pertama terjadi pada tanggal 21 Desember 2011 ketika Domus merayakan 40 tahun imamat almarhum Rm. Harjaya.

Hajatan Domus selalu menghadirkan banyak tamu baik keluarga maupun umat lain. Hal ini bertujuan agar para rama sepuh tidak merasa tercerabut dari umat. Dalam even-even itu pembeayaan berasal dari upaya pengumpulan dana yang dilakukan oleh Rm. Bambang baik dari sumbangan maupun dari penjualan kain batik. Uang yang terkumpul memang disediakan untuk berbagai hajatan yang menyangkut Keluarga Domus Pacis yang terdiri dari para rama dan karyawannya. Tetapi pada tanggal 28 Desember 2025 terjadi peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Bahwa para karyawan mengadakan hajatan baik perkawinan maupun keperluan lain, itu sudah sering terjadi. Tetapi bahwa ada karyawan yang mengadakan hajatan dengan segala pembeayaannya di Domus, hal ini baru terjadi pada Minggu itu, 28 Desember 2025. Barnabas Heri Kiswanto yang biasa dipanggil Abas, salah satu karyawan Domus, melakukan pertunangan dengan pacarnya yang bernama Hilda. Pertunangan terjadi dalam Misa yang dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus. Selain keluarga dari Mas Abas dan Mbak Hilda, ada banyak tamu dari tempat kerja Mbak Hilda. Sesudah acara pertunangan ada makan bersama baik bakso maupun sajian catering sebagaimana biasa terjadi dalam hajatan Domus tetapi dibeayai oleh yang bertunangan. Ternyata para Mas Abas dan Mbak Hilda juga menyumbang dan menghadirkan bingkisan untuk para rama Domus.

Masih Ada Yang Diminta Bantu Paroki

Domus Pacis Santo Petrus memang rumah Komunitas Rama Sepuh. Semua rama sudah tidak mempunyai tanggungjawab penggembalaan umat. Memang, pada ...