Wednesday, January 28, 2026

Santo Ildefonsus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Maret 2017 Diperbaharui: 16 April 2017 Hits: 10159

  • Perayaan
    23 Januari
  •  
  • Lahir
    Tahun 607
  •  
  • Kota asal
    Toledo Spanyol
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 667 di Toledo Spanyol
    Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Ildefonsus hidup pada abad ke-7 di Spanyol. Ia lahir dalam keluarga bangsawan Kerajaan Visigoth yang saat itu berkuasa di semenanjung Iberia (saat ini Spanyol dan Portugal). Pada usia muda, Ildefonsus menerima pendidikan calon imam dari pamannya Santo Eugenius, yang saat itu menjadi uskup Agung Toledo. 

Pada tahun 632 Ildefonsus memutuskan untuk menjadi seorang biarawan di biara Agali yang terletak di luar kota Toledo. Hidup dalam keheningan biara, membuat Idelphonsus dapat lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Kehidupan rohaninya berkembang pesat, dan ia diketahui memiliki devosi yang mendalam kepada Bunda Maria. Delapan belas tahun kemudian, tepatnya tahun 650,  Ildefonsus terpilih menjadi abbas (pemimpin) biara tersebut.

Sebagai pimpinan biara, Ildefonsus bekerja keras demi kemajuan biaranya. Ia juga gigih memerangi ajaran sesat yang merebak dimasa itu. Ia banyak menulis buku-buku Teologi. Karya fenomenal yang ditulis Ildefonsus pada masa ini adalah bukunya yang berjudul : “De perpetua virginitate Mariae kontra tres infideles”, sebuah buku Marialogi yang dipengaruhi ajaran Santo Hieronimus tentang Maria sebagai Perawan dan Bunda Allah.

Setelah pamannya uskup Eugenius wafat pada tahun 657, Ildefonsus dengan suara bulat terpilih menggantikannya sebagai Uskup Agung Toledo. Dengan bijaksana uskup Ildefonsus memimpin umatnya. Devosinya yang mendalam kepada Bunda Maria menyebar luas menjadi devosi seluruh umatnya. Bahkan di seluruh wilayah Kerajaan, devosi kepada Bunda Maria dikukuhkan menjadi suatu ibadat nasional. Uskup Idelphonsus disebut sebagai tokoh yang mewariskan iman Katolik "Marianis” kepada bangsa iberia (Spanyol dan Portugis), yang kemudian menyebarkannya keseluruh dunia.

Pada tanggal 18 Desember 665, saat tengah memimpin misa hari raya Maria menerima Kabar Gembira,  Bunda Maria menampakkan diri kepadanya. Bunda memuji pengabdian Ildefonsus dan menghadiahkan sebuah kasula yang indah kepada sang Uskup. Banyak pelukis Spanyol yang mengabadikan kejadian ini dalam karya mereka.

Santo Ildefonsus tutup usia pada tahun 667. Ia dimakamkan di Basilika yang didirikannya, Basilika Santa Leocadia di Toledo Spanyol.(qq)

Lamunan Pekan Biasa III

Kamis, 29 Januari 2026

Markus 4:21-25

21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. 25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, wajarlah kalau orang baik akan menularkan kebaikan kepada orang lain. Dia ingin orang lain juga bisa menikmati kebaikan seperti dirinya.
  • Tampaknya, yang namanya sharing menjadi hal bagus dalam hidup bersama. Karena memiliki pengalaman yang membahagiakan orang juga baik kalau membagikan pengalaman kepada orang lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sharing kebaikan ke orang lain adalah baik, tetapi kalau kebaikan itu hanya karena ikut-ikutan dan tak menjadi hasil olahan diri, orang justru akan mengalami kerugian kehidupan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, sekecil dan sedangkal apapun kemampuan atau pengalaman dimiliki, kalau dipakai ungtuk kebaikan bersama, orang akan mengalami tambahan kepemilikan diri berlipat-lipat.

Ah, berbuat baik untuk orang tak baik itu jelas merugikan diri.

10 Tahun Jagongan Iman Pringgolayan


Sekalipun sudah di rumah tua Domus Pacis Santo Petrus, Rm. Bambang tak biasa lepas begitu saja dari kegiatan umat. Memang, yang masih mudah untuk membuat Rm. Bambang adalah pelayanan Misa Ujub Keluarga. Memang, kadang dia juga masih menyanggupi untuk datang mendampingi rekoleksi seperti besok tanggal 15 di Paroki Salam dan tanggal 21 di Paroki Bonoharjo. Biasanya Rm. Bambang tak mau melayani kegiatan rutin dengan jadual rutin. Tetapi Rm. Bambang tidak sampai hati menolak Kelompok Jagongan Iman Paroki Pringgolayan. Ini adalah kelompok yang anggotanya terdiri dari kaum lansia dan kegiatannya adalah pendalaman pemahaman keagamaan. Setiap Selasa ke 4 dalam bulan Rm. Bambang pergi ke Pringgolayan untuk mendampingi pertemuan ini. Maklumlah ini adalah kelompok yang sudah dilayani sejak tahun 2015. Tetapi, katanya untuk merayakan 10 tahun kegiatan Jagongan Iman, Kelompok ini yang akan datang pada Selasa ke 4 Januari 2026.

Kelompok Jagongan Iman Paroki Priggolayan sungguh datang di Domus Pacis pada Selasa 27 Januari 2026. Pada pertemuan Selasa ke 4 November 2025 dikatakan bahwa acara di Domus adalah untuk Ulang Tahun ke 10 Kelompok Jagongan Iman didampingi oleh Rm. Bambang. Mereka mulai datang ketika jam sudah melewati angka 09.15. Mereka langsung menikmati welcome snak dengan teh dari Domus dan snak sajian Bu Rini. Bu Rini adalah relawan Domus tetapi selalu mengikuti Jagongan Iman Pringgolayan. "Rama, acara tumpengan sakniki mawon nggih saderenge Misa" (Rama, acara tumpengan sekarang saja, ya, sebelum Misa) seorang ibu berkata kepada Rm. Bambang. Tiba-tiba kemudian ada tumpeng yang terbuat dari thiwul. Di sekitar tumpeng terpasang banyak lilin-lilin kecil. Kemudian semua yang hadir menyanyikan Selamat Ulang Tahun dan meminta Rm. Bambang meniup lilin. Ternyata rombongan Jagongan Iman ini juga mengucapkan selamat untuk ulang tahun Rm. Bambang yang ke 75 yang sebenarnya baru akan terjadi pada tanggal 30 Januari 2026. Tetapi semua senang dan gembira. Bahkan ketika Misa Rm. Bambang berkelakar omong ke para rama yang ikut "Ini adalah peristiwa pertama sejak masih berada di Puren. Baru sekali ini ulang tahun kelahiran dirayakan dengan Misa. Jangan iri yaaaa". Semua tertawa penuh keceriaan. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ini jadi acara kemruputen (datang terlalu awal). Tetapi untuk para rama Domus itu tidak soal. Semua acara rutin Domus sebenarnya selalu kemruputen. Misa Harian yang sebenarnya pernah ditetapkan pada jam 18.00, kini bisa dimulai sebelum jam 17.30. Maklumlah, adara rama yang sudah datang di Kapel jam 17.10. Ketika yang lain-lain tertular datang sebelum jam 17.30, ada rama yang berseru "Mengapa tidak mulai? Harus menanti siapa?" Jam makan juga berubah cukup kemruputen. Ambil saja contoh makan siang yang dulu dijadual jam 12.00. Eeee, dalam perkembangan ada yang sudah siap jam 11.00, bahkan bisa sebelumnya. Maka kini biasa dimulai sebelum jam 11.30. Inilah sebabnya ketika ada yang merayakan ulang tahun Rm. Bambang kemruputen, tak ada soal bagi para rama dan karyawan Domus. Apalagi semua mengalami menu makan khusus tak seperti menu harian.

Tuesday, January 27, 2026

Santo Thomas Aquinas

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 25 Juli 2013 Diperbaharui: 03 Februari 2019 Hits: 19756

  • Perayaan
    28 Januari
  •  
  • Lahir
    Tahun 1225
  •  
  • Kota asal
    Monte Cassino - Italia
  •  
  • Wilayah karya
    Perancis, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 7 Maret 1274 di Fossanuova dekat Terracina Italia | Oleh sebab alamiah
    Relics disemayamkan di Gereja Saint-Servin, Toulouse, Perancis
    Tanggal 22 Oktober 1974 Relics dipindahkan ke the Church of the Jacobins, Toulouse
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 18 Juli 1323 oleh Paus Yohannes XXII

Pujangga besar Gereja ini sekitar tahun 1225.  Ia adalah anak kesembilan dari sebuah keluarga bangsawan di Italia. Thomas seorang yang amat cerdas, tetapi ia tidak pernah menyombongkan kelebihannya itu. Ia sangat menyadari bahwa kecerdasan pikirannya itu adalah karunia dari Tuhan.

Kastil keluarganya berada di Roccasecca, sebelah utara Monte Cassino di mana para biarawan Benediktin tinggal. Pada usia lima tahun, Thomas dikirim ke biara tersebut untuk memperoleh pendidikan. Ketika usianya delapanbelas tahun, ia pergi ke Naples untuk melanjutkan pendidikannya. Di sana ia bertemu dengan suatu kelompok religius baru yang disebut sebagai Ordo Para Pengkhotbah. Pendiri mereka, St. Dominikus, masih hidup kala itu. Thomas tahu bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Ia merasa bahwa ia dipanggil untuk bergabung dengan kelompok tersebut yang kelak lebih dikenal dengan sebutan “Dominikan”. Namun keinginan Thomas ini tidak berkenan di hati kedua orang tuanya.

Ketika ia sedang dalam perjalanan ke Paris untuk belajar, saudara-saudaranya menculiknya. Mereka mengurungnya di salah satu kastil keluarga mereka selama lebih dari satu tahun. Selama masa itu, mereka melakukan segala daya upaya untuk membuat Thomas mengubah pendiriannya. Seorang saudarinya juga datang untuk membujuknya agar melupakan panggilannya. Tetapi Thomas berbicara demikian indahnya tentang sukacita melayani Tuhan, sehingga saudarinya itu mengubah pendapatnya. Saudarinya itu bahkan memutuskan untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan sebagai biarawati.

Setelah lima belas bulan lamanya, pada akhirnya Thomas diberi kebebasan untuk memenuhi panggilannya. St. Thomas menulis demikian indah tentang Tuhan sehingga orang-orang dari seluruh dunia telah mempergunakan tulisan-tulisannya selama beratus-ratus tahun. Penjelasannya tentang Tuhan dan tentang iman berasal dari cintanya yang amat mendalam kepada Tuhan. Ia seorang yang apa adanya sebab ia tidak sedang berusaha untuk membangkitkan kesan kepada siapa pun. Yang ia inginkan dengan segenap hatinya adalah mempersembahkan karunia hidupnya kepada Yesus dan kepada Gereja.

St. Thomas merupakan salah seorang dari Pujangga terbesar yang pernah dimiliki oleh Gereja. Ia bagaikan mutiara dengan sinar yang cemerlang dalam terang Roh Kudus. Sekitar akhir tahun 1273, Paus Gregorius X meminta Thomas untuk ambil bagian dalam suatu pertemuan penting Gereja yang disebut Konsili Lyon. Ketika sedang dalam perjalanannya ke sana, Thomas jatuh sakit. Ia harus menghentikan perjalanannya dan tinggal di sebuah biara di Fossanova, Italia, di mana akhirnya ia wafat di tanggal 7 Maret 1274.  Permata Gereja ini wafat dalam usianya yang baru empat puluh sembilan tahun.

St. Thomas dinyatakan kudus pada tahun 1323 oleh Paus Paulus II; Paus Pius V memberinya gelar Pujangga Gereja pada tahun 1567; Paus Leo XIII memberinya gelar mahaguru dari segala doktor akademik pada tahun 1879 dan pelindung semua universitas, perguruan tinggi, dan sekolah pada tahun 1880.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Tomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Rabu, 28 Januari 2026

Markus 4:1-20

1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." 13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 14 Penabur itu menaburkan firman. 15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, karena terbiasa aktif agama orang bisa sungguh punya banyak upaya untuk membaca Kitab Suci. Dari ayat-ayat Kitab Suci dia menangkap firman Tuhan.
  • Tampaknya, karena terbiasa merenungkan ayat-ayat Kitab Suci orang bisa selalu teringat Tuhan. Dia ingin selalu berdekatan dengan Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun terbiasa merenungkan ayat-ayat Kitab Suci dan maksud hati mau dekat Tuhan, kalau mudah memakainya untuk mengamankan kepentingan duniawi, ayat-ayat terpasung sehingga tak jadi daya perbuatan baik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa tanpa berani berjuang membiasakan dan bahkan memaksa diri berbuat baik, kemampuan mengucapkan hafalan ayat-ayat Kitab Suci hanya menjadi seperti suara burung beo mensuarakan omongan orang.

Ah, asal hafal Kitab Suci orang hidup seperti kehendak Tuhan.

Monday, January 26, 2026

RS Puri Husada

Sejauh pengamatan Rm. Bambang, yang menjadi pusat terjadinya kunjungan pada Kamis 22 Januari 2026 adalah dokter JB Soebroto. Beliau adalah seorang dokter spesialis patologi anatomi. Pada tanggal 12 Januari 2026 beliau menjadi salah satu peserta kunjungan dokter-dokter yang masuk dalam Komunitas Medis Katolik Indonesia DIY. Beliau amat terkesan dengan tanyajawab antara para tamu dan para rama sepuh Domus Pacis Santo Petrus. Suasana segar penuh persaudaraan membuat keakraban. Kata-kata sembronoan berisi ejekan pun malah jadi penyegar khusus pemupuk kemeriahan. Dokter Broto, yang sudah sepuh dan sudah duduk di kursi roda, mengatakan merasa amat sangat mendapatkan kesegaran batin. Dokter Broto juga menyatakan kekagumannya terhadap rumah Domus Pacis. Bahkan dia bertanya apakah seorang awam boleh ikut tinggal di Domus sekalipun harus menyewa. Tentu saja jawaban dari Domus mengatakan bahwa Domus Pacis Santo Petrus hanya untuk para rama praja sepuh Keuskupan Agung Semarang. Dokter Broto juga amat terkesan dengan cara Rm. Bambang memandu yang pertemuan. Apalagi setelah tahu bahwa dokter Broto dan Rm. Bambang sesama murid SMA, beliau tampak amat gembira.

Pada tanggal 12 Januari 2026 itu dokter Broto bilang ke Rm. Bambang akan mengajak tenaga Rumah Sakit Puri Husada yang beragama Katolik dan Protestan berkunjung di Domus. Ternyata dokter Broto adalah pemilik RS Puri Husada yang berada di Rejodani Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pada hari itu di sore hari Rm. Bambang mendapatkan pesan WA dari dokter Broto "Hari Sabtu natalan deprito di Banyu sumilir:" sebagai tuan rumah sekaligus alumni Saya sungguh merasakan seperti Simeon diijinkan di hari tua saya menikmati buah pendidikan amdg SMA yang paling besar karena sekaligus mengenang dan memberdayakan warisan bapak ibu" bersambung kemarin natalan bersama dokter dokter Katolik d i y bertempat di Wisma lansia Romo Romo Sepuh bertempat di d o m e Petrus seminari tinggi!.. yang suasana tempat dan penyelenggaraannya saling menyentuh luar biasa! Terima kasih Tuhan!" Benarlah, pada Kamis 22 Januari 2026 dokter Broto bersama dokter, perawat, dan karyawan Kristen-Katolik berkunjung di Domus Pacis Santo Petrus. Acara pertama Ibadat Natal yang dipimpin langsung oleh dokter Broto termasuk dalam homili. Ibadat ini juga diikuti oleh para rama sepuh. Sesudah ibadat terjadilah temu penuh keceriaan dengan para rama sepuh yang dipandu oleh Rm. Bambang. Sebagaimana dalam kunjungan Komunitas Medis tanggal 12 Januari 2026, sajian konsumsi kunjungan RS Puri Husada diserahkan kepada Bu Rini, salah satu relawan Domus Pacis Santo Petrus.

Santa Angela Merici

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 24 Juli 2013 Diperbaharui: 12 September 2020 Hits: 32054

  • Perayaan
    27 Januari
  •  
  • Lahir
    21 Maret 1474
  •  
  • Kota asal
    Desenzano, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 24 Januari 1540 di Brescia, Italy | Oleh sebab alamiah
    Disemayamkan di Church of Saint Afra, Brescia, Italy
    Tubuh tetap utuh
  •  
  • Beatifikasi
    30 April 1768 oleh Paus Klemens XIII
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 24 Mei 1807 oleh Paus Pius VII

Santa Angela Merici adalah pendiri Ordo Santa Ursula (OSU). Biara susteran yang resminya berdiri tanggal 25 November 1536 di Italia itu kini telah tersebar di berbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ordo mereka terus melanjutkan karyanya bagi Yesus dan Gereja-Nya, teristimewa dalam bidang pendidikan bagi anak-anak dan remaja.

Angela dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia bernama Desenzano, sekitar tahun 1474. Kedua orangtuanya meninggal dunia ketika ia berusia sepuluh tahun. Ia dan satu-satunya saudari perempuan, yang tiga tahun lebih tua usianya, amat sangat saling mengasihi. Seorang paman yang kaya membawa kedua gadis tersebut masuk dalam keluarganya. Masih belum pulih kesedihannya karena kehilangan orangtuanya, Angela kembali terpukul ketika saudarinya juga meninggal dunia.

Kakak perempuannya itu bahkan meninggal sebelum seorang imam sempat memberinya sakramen terakhir. Angela amat khawatir akan keselamatan jiwa saudarinya itu. Yesus menyatakan kepadanya bahwa saudarinya telah selamat. Angela merasakan suatu perasaan damai memenuhi jiwanya. Ia mengucap syukur kepada Tuhan dalam doa. Angela ingin melakukan sesuatu untuk menyatakan rasa terima kasihnya. Keinginannya itu membuatnya berjanji untuk melewatkan seluruh sisa hidupnya dengan melayani Tuhan sehabis-habisnya.

Ketika berusia sekitar duapuluh tahun, Angela mulai memperhatikan bahwa anak-anak di kotanya sedikit sekali pengetahuannya tentang agama. Angela mengajak beberapa teman perempuan untuk bergabung dengannya memberikan pelajaran agama. Teman-teman Angela dengan penuh semangat membantunya mengajar anak-anak. Pada waktu itu belum ada biarawati dari suatu ordo religius yang memberikan pelajaran. Belum pernah ada yang berpikir tentang hal itu. St. Angela Merici adalah orang pertama yang mengumpulkan sekelompok perempuan untuk membuka sekolah bagi anak-anak. Pada tanggal 25 November 1536, duapuluh delapan perempuan muda mempersembahkan hidup mereka kepada Tuhan. Itulah yang menjadi asal mula berdirinya Ordo Santa Ursula (OSU). Angela mempercayakan kongregasinya dalam perlindungan St. Ursula. Oleh karena itulah ordo mereka diberi nama sesuai nama santa pelindung mereka.

Pada mulanya, para perempuan itu tetap tinggal di rumah mereka masing-masing. Oleh karena berbagai macam halangan dan kesulitan, diperlukan waktu yang cukup lama sebelum pada akhirnya mereka dapat hidup bersama dalam sebuah biara. Angela wafat pada tanggal 27 Januari 1540 pada saat kongregasinya masih dalam tahap awal berdiri. Kepercayaannya kepada Tuhan telah banyak kali menolong Angela mengatasi berbagai macam pencobaan berat yang harus ditanggungnya semasa hidupnya. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati Angela bahwa Tuhan akan memelihara karya yang baru saja dimulainya. Dan memang demikianlah yang terjadi.

Angela dinyatakan kudus oleh Paus Pius VII pada tahun 1807.

Santo Ildefonsus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  10 Maret 2017  Diperbaharui:  16 April 2017  Hits:  10159 Perayaan 23 Januari   Lahir T...