Saturday, November 29, 2025

Penyumbang Konsumsi Domus November 2025

Tidak hanya sekali atau dua kali tetapi berkali-kali kalau ada rombongan tamu pengunjung di Domus Pacis Santo Petrus muncul pertanyaan kepada para rama sepuh "Apakah rama-rama merasa senang tinggal di Domus?" Pertanyaan bagaimana bisa senang juga muncul dengan rumusan-rumusan lain seperti "Apa yang menyenangkan di Domus?". Ternyata beberapa rama menyebut menerima tamu sebagai hal yang amat menyenangkan. Hal ini bisa dipahami karena sebelum masuk rumah tua, yang 90% hidup harian banyak berada dalam kamar, dulu terbiasa hidup dalam kancah bersama banyak umat. Hadirnya rombongan tamu pengunjung memang membuat kegembiraan. Para rama sepuh mengalami kehidupan yang tak tersisihkan dari kehidupan umat.


Satu hal yang juga terjadi ketika masih berkarya, even pribadi juga biasa mendapatkan perhatian umat. Hal inilah yang diupayakan secara khusus oleh Domus Pacis Santo Petrus. Even-even pribadi itu adalah ulang tahun kelahiran dan ulang tahun tahbisan imamat. Di dalam even-even pribadi rama yang dirayakan mengalami kehadiran sanak keluarga dan orang dekat. Memang selain itu ada even peringatan arwah rama yang pernah jadi Domus Pacis Santo Petrus. Bahkan Malam Natal/Paskah juga jadi even. Dalam ulang tahun kelahiran ada menu khusus untuk makan siang serumah para rama dan karyawan ditambah undangan untuk sanak keluarga sebanyak 10 orang. Peristiwa besar adalah ulang tahun tahbisan imamat. Masing-masing rama bisa mengundang cukup banyak sanak keluarga dan orang dekat serta rombongan umat lain yang diundang oleh Domus. Hal seperti ulang tahbisan imamat adalah peringatan arwah dari rama yang pernah menjadi penghuni Domus. Sementara itu Malam Paskah/Natal juga dibuka untuk umat yang mendaftarkan untuk ikut. Semua hajatan selalu terjadi dengan Misa dan sesudahnya ada makan bersama. Semua diupayakan dengan tujuan agar para rama tidak merasa tersisih dari umat karena tinggal di rumah tua. Tetapi semua ini bisa terjadi karena ada warga umat yang memberikan kepedulian dengan menyumbang secara berkala. Bahkan untuk membuat para rama boleh menikmati snak harian secara memadahi, separo jumlah hari dalam setiap bulan selalu ada umat yang menyediakan dan mengirimkannya. Para penyumbang kebutuhan khusus itu pada November 2025 adalah :

  • Penyumbang Snak : 1. Ibu Sri Wahyuni; 2. Ibu Rachel; 3. Ibu Endang Purwani; 4. Ibu Kanti; 5. Ibu Endang Pr; 6. Ibu Wahyu; 7. Ibi Ieneke; 8. Sri. Lusia; 9. Ibu Satyawati; 10. Ibu Rini; 11, Ibu Jatmiko; 12. Ibu Joni; 13. Ibu Debby; 14. Ibu Sintari; 15. Ibu Hera; 16. Ibu Novi; 17. Ibu Atik; 18. Ibu Titik Waliyanti; 19. Ibu Maryati; 20. Ibu Lucinda; 21. Ibu Jondit; 22. Ibu Tutik; 23. Ibu Daniek; 24. Ibu Elly; 25. Ibu Topo; 26. Ibu Septi; 27. Ibu Titus.
  • Penyumbang Dana Hajatan : 1. Ibu Ambar; 2. Ibu Nadya; 3. Keluarga Patuk (5 org); 4. Ibu Umi; 5. Ibu Ratmi; 6. Ibu Mardanu; 7. Bapak Blasius Chasto; 8. Ibu Sri Purwaningsih; 9. Ibu Agnes Trijoko; 10. Ibu Yucha; 11. Ibu Rini Wahyudi;  12. Ibu Nike; 13. Apotek Jaya Sehat; 14. Ibu Yinni Tjia; 15. Ibu Bernadet Bintari; 17. Ibu Sri Daruningsih; 18. Ibu Yosepha; 19. Keluarga Rm. Sari; 20. Ibu Put Kusna Wijaya, 21. Ibu Primitiva. 

Santo Andreas Rasul

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Agustus 2013 Diperbaharui: 09 Oktober 2019 Hits: 39372

  • Perayaan
    30 November
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Bethsaida, Galilea
  •  
  • Wilayah karya
    Yerusalem, Yunani
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir; disalibkan pada Saltire (salib berbentuk X) di Patras Yunani
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Andreas berasal dari Betsaida di Galilea, tanah Israel. Ia bersama saudaranya Simon Petrus adalah teman sekota kelahiran dengan seorang murid Yesus yang lain yaitu Filipus. Andreas dan Petrus hidup dengan bekerja sebagai nelayan penjala ikan di danau Galilea. Mereka tinggal serumah, bersama-sama dengan ibu mertua Petrus, di kota Kapernaum.

Awalnya Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis. Tetapi, ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah,” Andreas mengerti bahwa Yesus lebih besar daripada Yohanes. Pada saat itu juga ia meninggalkan Yohanes untuk mengikuti Yesus.
Yesus tahu bahwa Andreas mengikuti-Nya dari belakang. Yesus berbalik dan bertanya, “Apakah yang kamu cari?”. Andreas menjawab bahwa ia ingin tahu di manakah Yesus tinggal. Yesus menjawab, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Belum lama Andreas tinggal bersama Yesus, ketika ia menyadari bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Mesias. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk mengikuti Yesus.
Andreas jugalah yang memperkenalkan Petrus kepada Yesus. Setelah bertemu dengan Yesus ia memberitahukan kepada Simon, saudaranya : "Kami telah menemukan Mesias". Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."  

Andreas dipilih Yesus menjadi salah seorang dari 12 rasul-Nya yang utama, seperti yang dicatat di semua Injil dan Kisah Para Rasul.  Andreas selalu berada disisi Yesus dalam semua perjalananNya. Dalam peristiwa mujizat pemberian makan lebih dari 5000 orang, Andreas mempunyai peranan dalam memperkenalkan anak yang membawa 5 roti jelai dan 2 ikan kepada Yesus dengan kata-kata: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini...?"

Setelah Yesus naik ke surga, Andreas ada di antara rasul-rasul lainnya di ruang atas untuk menantikan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Konon, ia kemudian mewartakan Injil di Scytia dan Yunani, dan kemudian menurut tradisi (yang agak diragukan), ia pergi ke Byzantium, di mana ia mengangkat Stachys menjadi Uskup setempat.

Menurut tradisi Andreas wafat sebagai martir di Patras, Acaia, (Yunani). Ia digantung pada sebuah saltire (salib yang berbentuk huruf "X" ) selama 2 hari, dan selama itu ia terus berkotbah kepada khalayak yang datang menyaksikannya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat saja pada salib itu, sehingga lebih lama ia menderita sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Salib berbentuk X ini kemudian dinamakan orang "Salib Santo Andreas".

St. Hieronimus menulis bahwa relikwi Santo Andreas diambil dari Patras dan dibawa ke Konstantinopel atas perintah kaisar Konstantius II sekitar tahun 357.  Relikwi ini kemudian disimpan di Gereja Para Rasul Kudus di Konstantinopel. Pada tahun 1461 sebagian relikwi santo Andreas diberikan kepada Paus Pius II.  Relikwi ini kemudian ditempatkan dalam salah satu dari empat pilar tengah Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Pada saat kejatuhan kota Konstantinopel, relikwi Santo Andreas dan Santo Petrus yang disimpan di kota itu diselamatkan ke kota Amalfi Italia, oleh Kardinal Petrus dari Capua. Di sana sebuah Katedral yang indah kemudian dibangun untuk menyimpan relik tersebut. Khatedral ini diberi nama Duomo (Katedral) di Sant'Andrea, Amalfi, Italia.

Pada September 1964, Paus Paulus VI, sebagai itikad baik terhadap Gereja Ortodoks Yunani, memerintahkan agar semua relikwi dan peninggalan St. Andreas yang berada di Vatican dikirim kembali ke Patras. Pada tanggal 24 September 1964 Kardinal Augustin Bea bersama dengan banyak kardinal lainnya menghantarkan relikwi St. Andreas kepada Patriark (Uskup) Konstantinus di Patras. 

Pada tanggal 19 Januari 1980 Salib St. Andreas yang diambil dari Patras Yunani pada masa Perang Salib oleh Duke of Burgundy juga dikembalikan ke Patras setelah selama beberapa abad relikwi tersebut disimpan di gereja St. Victor di Marseilles Perancis. Relikwi tersebut diserahkan kepada Patriark Patras Nikodemus oleh delegasi Gereja Katolik yang dipimpin oleh Kardinal Roger Etchegaray.  Semua relikwi yang dikembalikan tersebut termasuk juga sisa-sisa salib X tempat rasul ini menjadi martir, kini disimpan di Gereja St. Andreas Patras; di sebuah altar khusus dan dihormati dalam sebuah upacara khusus setiap 30 November hari pestanya.

Santo Andreas juga dihormati sebagai Santo Pelindung untuk Negara Scotlandia. Bendera Negara Scotlandia adalah gambar dari salib Santo Andreas. Kisahnya : Suatu ketika Raja Scotlandia Angus Mac Fergus menghadapi serbuan dari bala tentara musuh yang sangat besar. Ia kemudian berdoa memohon bimbingan Tuhan. Secara ajaib ia melihat sebuah awan putih berbentuk Saltire (salib berbentuk X lambang Santo Andreas) melayang di langit biru di atas kepalanya. Raja Angus kemudian berdevosi pada Santo Andreas dan memenangkan perang yang sangat menentukan masa depan kerajaannya. Sejak saat itu ia memutuskan bahwa Santo Andreas akan menjadi santo pelindung bagi Scotlandia. Menyusul kemenangan Robert Bruce pada Pertempuran Bannockburn pada tahun 1314, Deklarasi Arbroath dengan resmi menyatakan bahwa Santo Andreas adalah Santo pelindung Skotlandia. Di kemudian hari gambar Saltire diresmikan menjadi bendera nasional Negara Skotlandia pada tahun 1385.

Lamunan Pekan Adven I

Minggu, 30 November 2025

Matius 24:37-44

37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; 41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang beragama yakin bahwa ada hadirat Tuhan di tengah dunia. Setiap orang akan mengalami datang-Nya Tuhan, dan itu berarti panggilan kembali ke keabadian.
  • Tampaknya, orang Kristiani percaya bahwa Tuhan punya kehadiran fisik dalam Diri Tuhan Yesus Kristus. Berbagai umat dari berbagai golongan Gereja merayakan kelahiran-Nya sebagai manusia ada yang sebelum 25 Desember, ada yang 25 Desember, ada yang sesudah 25 Desember.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun bagi orang Kristiani perayaan kelahiran Yesus tidak jelas tanggal berapa, Perayaan Natal adalah kesadaran keyakinan bahwa Tuhan amat mencintai manusia dan menyertai dalam realita kehidupan kongkretnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa hadirat Tuhan selalu menghadirkan dinamika yang membuat hidup siap untuk menjadi baru dan diperbarui serta berubah dan diubah sehingga orang selalu siaga mengalami ada yang ditinggal dan ada yang disambut baru.

Ah, yang baik itu yang awet dan mudah berubah.

Friday, November 28, 2025

Ulang Tahun Rm. Antonius Tri Wahyono

Rm. Antonius Tri Wahyono adalah salah satu warga rumah rama sepuh Domus Pacis Santo Petrus. Di Domus Pacis Santo Petrus Kentungan beliau termasuk pindahan para rama penghuni Domus Pacis Puren, Pringwulung. Ketika masuk Domus Pacis Puren beliau memang masih bisa tertatih berjalan sendiri dan termasuk yang bisa berkomunikasi dengan teman-teman rama lain serumah. Beliau mengalami stroke hingga 3 kali dan menderita beberapa penyakit lain. Menurunnya kondisi fisik Rm. Tri Wahyono sudah terjadi sejak menginjak tahun 2018 yang membuat beliau harus dilayani dalam segalanya dan membuat harus selalu berada di kamar. 

Hingga kini beliau menjadi salah satu dari 2 rama yang sudah tak bisa berkomunikasi. Bahkan Rm. Tri Wahyono harus selalu berbaring dan mendapatkan santapan lewat sonde. Ada tenaga khusus menjalani tugas 24 jam untuk beliau. Meskipun demikian Domus Pacis Santo Petrus tetap mengingat hari lahir Rm. Tri. Rm. Tri Wahyono lahir pada tanggal 29 November 1957. Inilah sebabnya pada Sabtu 29 November 2025 Domus menghadirkan 10 orang dari keluarga Rm. Tri untuk menyambut 68 tahun usia beliau. Seperti yang sudah jalan sejak Januari 2025, keluarga yang datang diundang untuk makan siang bersama para rama dan karyawan Domus. Bu Rini, relawan Domus, membantu menyiapkan sajian menu termasuk tempeng. Rm. Jarot akan mendoakan. Sementara itu Rm. Bambang membuat kidung sebagai berikut : Wus tumeka yuswane sewidak wolu; Rama Tri Wahyono yekti; Sanadyan raga sekeng wus; Nanging katresnane Gusti; Datan kendhat tansah katon (Tibalah saat usia 68 tahun; Bagi Rm. Tri Wahyono; Walau tubuh sudah renta; Tetapi kasih Tuhan; Selalu bisa disaksikan).

Beato Dionisius a Nativitate

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 21 Agustus 2014 Diperbaharui: 23 November 2019 Hits: 17526

  • Perayaan
    29 November
  •  
  • Lahir
    12 Desember 1600
  •  
  • Kota asal
    Honfleur, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Goa - India, Sumatra - Indonesia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Kepalanya di pukul dengan Gada hingga pecah lalu lehernya digorok; di Aceh Indonesia pada tanggal 27 November 1638
  •  
  • Beatifikasi
    tanggal 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII
  •  
  • Kanonisasi

Nama babtis Beato Dionisius a Nativitate adalah Pierre Berthelot. Ia lahir di kota Honfleur, Perancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya adalah seorang dokter dan nakoda kapal dan Ibunya yang bernama Fleurie Morin adalah seorang aristokrat Perancis yang harum namanya. Semua adiknya : Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung.

Selain darah pelaut, ia juga mewarisi hidup keagamaan yang kuat dari ayahnya. Ini tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan iman, kemurnian dan kesediaan berkorban. Pierre muda bekerja pada perusahaan dagang Perancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.

Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).

Di biara Karmel itulah, Dionisius bertemu dengan Bruder Redemptus a Cruce, yang bertugas sebagai penjaga pintu biara, koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak.

Pada tahun 1638, Wakil Raja Portugis di Goa, Pedro da Silva, bermaksud mengirim misi diplomatik ke Aceh yang baru saja berganti sultan; dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Pedro da Silva ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almusenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.
 
Misi ini dipimpin oleh Dom Francisco Sousa de Castro sebagai duta. Para anggota misi yang lainnya adalah : Pater tentara Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico da Soza, dua orang biarawan Fransiskan, seorang pribumi dan 60 orang awak kapal. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.
 
Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanyalah tipu muslihat belaka. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk menyebarkan agama Katolik di wilayah Aceh. Karena itu semua anggota misi ini ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya untuk membeli kebebasan mereka.
 
Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum mati bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan karena mereka adalah pemeluk agama KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Pater Dionisius kepada teman-temannya.
 
Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan dimulailah pembantaian massal.
 
Setelah teman-temannya dibunuh satu-demi satu, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan.
 
Dionisus lalu berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaannya dikabulkan. Seorang algojo - yang adalah seorang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan mengayunkan dengan keras ke kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.
 
Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India.
 
Pater Dionisius a Nativity dibeatifikasi bersama dengan Bruder Redemptus a Cruce pada tanggal 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Biasa XXXIV

Sabtu, 29 November 2025

Lukas 21:34-36

34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang sungguh beriman kalau selalu mengingat sorgawi. Meskipun demikian di tengah dunia orang punya kebutuhan duniawi.
  • Tampaknya, orang bisa berkeyakinan asal menyimpan hal-hal duniawi dengan cara baik, itu adalah anugerah. Apalagi kalau memikirkan demi anak-cucu, orang berjuang untuk punya simpanan besar kalau bisa demi tujuh turunan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun segala kekayaan duniawi diperoleh dengan cara baik tak melanggar tatanan, kalau itu selalu menjadi kehausan batin dan kenikmatan sehari-hari, seaktif apapun dalam beragama orang bisa menjauh dari jalan Tuhan yang bisa memanggilnya dengan tiba-tiba. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, kalau bisa hidup secukupnya di tengah dunia, sadar atau tidak sadar orang sudah selalu siaga kalau Tuhan tiba-tiba memanggilnya.

Ah, kesiagaan menghadap Tuhan itu ya dengan rajin doa.

Thursday, November 27, 2025

Misa Malam Natal Domus 2025

Pada Rabu 26 November 2025 Bu Rini bilang bahwa ada warga Katolik dari Cebongan Selatan yang bertanya tentang Perayaan Malam Natal di Domus Pacis Santo Petrus untuk tahun 2025. Beberapa warga Katolik Paroki Warak, termasuk dari Cebongan, memang biasa ikut Misa Malam Natal dan Malam Paskah di Domus. Kebetulan pada hari itu jam 18.49 ada pesan WA masuk di HP Rm. Bambang. Dalam pesan itu tertulis "Sugeng ndalu Rama Bambang...., nyuwun Sewu kangge tugas malam Natal, kangge Ananemse nipun ingkang no pinten, lajeng Bapa Kami menopo, matur nuwun 🙏🙏" (Selamat malam, Rm. Bambang ....., untuk tugas Malam Natal, Anamnese akan memakai no berapa. Akan memakai Bapa Kami yang mana. Terima kasih). Ini adalah pesan yang dikirim oleh Bapak Joko Triyanto yang menjadi koordinator Kor yang anggotanya orang-orang muda Paroki Pringgolayan yang akan mengiringi Misa Malam Natal Domus 2025.


Seperti biasa Domus Pacis Santo Petrus membuka hadirnya umat Katolik untuk Misa Malam Natal. Pada tahun 2025 itu akan terlaksana pada hari Rabu 24 Desember 2025. Umat Katolik dari Paroki manapun bisa ikut. Memang, siapapun yang akan ikut Misa Malam Natal Domus harus mendaftarkan diri. Domus Pacis minta nama(-nama) dan Paroki asal pendaftar. Pendaftaran menjadi keharusan karena Domus Pacis harus tahu jumlah yang akan ikut untuk saat itu. Hal ini amat penting karena sesudah Misa selalu ada makan bersama sambil ramah tamah antar para umat maupun antara umat yang ikut dengan para rama sepuh Domus. Untuk Malam Natal tahun 2025 ini pendaftaran terakhir adalah hari Rabu 17 Desember. Pendaftaran cukup lewat WA ke Rm. Bambang dalam HP no. 087-834-991-969. 

Penyumbang Konsumsi Domus November 2025

Tidak hanya sekali atau dua kali tetapi berkali-kali kalau ada rombongan tamu pengunjung di Domus Pacis Santo Petrus muncul pertanyaan kepad...