Sunday, February 8, 2026

Santa Apolonia dari Alexandria

diambil dari katakombe.orgpara-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 16 Februari 2020 Hits: 15796

  • Perayaan
    09 Februari
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 249 di Alexandria, Mesir | Martir; dibakar sampai mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Pada abad ketiga Umat Kristiani mengalami penganiayaan yang hebat di seluruh wilayah kekaisaran Romawi termasuk di kota Alexandria, Mesir. Romawi pada masa itu dipimpin oleh Kaisar Decius. Seorang Kaisar yang sangat kejam dan tercatat merupakan salah seorang kaisar yang paling keji menganiaya orang-orang Kristen. Di masa penganiayaan itu hiduplah seorang perawan kudus, yang bernama Apolonia.

Apolonia telah mempergunakan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Sekarang, walaupun sudah tidak muda lagi, ia tidak juga hendak beristirahat. Dengan berani ia mempertaruhkan nyawanya untuk menghibur umat Kristiani yang menderita di penjara.

“Ingatlah, bahwa pencobaanmu tidak akan berlangsung lama,” demikian ia akan berkata. “Tetapi sukacita surgawi akan berlangsung selama-lamanya.” Hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum akhirnya Apolonia sendiri juga ditangkap.

Ketika hakim menanyakan namanya, dengan tegas Apolonia menjawab, “Saya seorang Kristen dan saya mengasihi serta melayani Tuhan yang benar.” Rakyat yang marah menyiksa Apolonia, mereka berusaha memaksanya untuk mengingkari imannya.

Pertama-tama, semua giginya dihantam dan kemudian dirontokkan. Sungguh sangat aneh, walau dipukul dengan gada besar namun tidak satupun gigi St. Apolonia yang rontok. Itulah sebabnya mengapa orang seringkali mohon bantuan doa St. Apolonia ketika mereka menderita sakit gigi. Namun demikian, siksaan yang amat menyakitkan itu tidak mampu menggoncangkan imannya. Apolonia kemudian diancam, jika ia tidak mengingkari Yesus, ia akan dicampakkan ke dalam api yang berkobar-kobar.

Apolonia tidak membiarkan rasa takut menguasai dirinya. Ia lebih memilih mati dalam kobaran api daripada mengingkari imannya kepada Yesus. Ketika orang-orang kafir melihat betapa gagah beraninya Apolonia, banyak di antara mereka yang bertobat dan menjadi Kristen. Apolonia beserta para tahanan Kristen yang lain kemudian wafat dibakar dalam api sebagai martir Kristus sekitar tahun 249.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Biasa V

Senin, 9 Februari 2026

Markus 6:53-56

53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. 54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. 55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. 56 Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam beragama orang melakukan berbagai macam kegiatan agar dapat menikmati anugerah Tuhan. Orang akan berupaya mendapatkan kelimpahan rahmat Tuhan.
  • Tampaknya, dengan banyak anugerah ilahi orang bisa merasa terjaga kebahagiaannya. Makin banyak rahmat diterima, makin kokoh keselamatannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun banyak dan besarnya anugrah bisa menjadi dambaan hidup, orang yang sungguh beriman akan sadar bahwa sepletik saja rahmat Tuhan disandang, dia akan mengalami damai sejahtera yang tak terkirakan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami sukacita amat besar dengan hanya menyadari adanya anugerah Tuhan dalam hal kecil.

Ah, yang memuaskan itu ya kalau dapat anugerah besar.

Saturday, February 7, 2026

Sosialisasi Program PUPIP DIY


Sejak Jumat malam tanggal 6 Februari 2026 kelomok-kelompok tumpukan kursi sudah disiapkan di aula Domus Pacis Santo Petrus. Karyawan juga sudah memindah meja altar dari Kapel  yang biasa dipakai Misa Harian yang pada waktu itu sudah disertai hiasan bunga untuk disiapkan di aula. Pada pagi hari tanggal 7 Februari 2026 kursi-kursi ditata sebanyak 300 buah lebih. Sound system juga termasuk disiapkan. Bahkan ada layar putih digantung karena ada alat LCD untuk menangkap isi yang terdapat dalam laptop. Pada waktu itu di Domus memang ada peristiwa yang melibatkan 315 orang pendaftar untuk menjadi peserta. Tetapi ini bukan peristiwa kepentingan Domus Pacis. Yang terjadi adalah pertemuan organisasi yang menamakan diri PUPIP (Paseduluran Umat Pamitran Imam Praja) DIY. Sejak jam 09.00 banyak peserta sudah berdatangan untuk menikmati welcome snak yang disediakan oleh dapur Domus dan Bu Rini. Peristiwa ini adalah salah satu pertemuan rutin yang pada tahun 2026 dilakukan 2 bulan sekali.

Dalam pertemuan itu acara pertama adalah sosialisasi program. PUPIP DIY mempunyai 6 bidang kerja. Masing-masing koordinator memaparkan rencana-rencana kegiatan pada tahun 2026. Kemudian pada jam 11.10 pertemuan ditutup dengan Misa dengan dukungan Kor dari Paroki Banteng. Di dalam perencanaan yang akan memimpin Misa adalah Rm. Andika, Direktur Domus, dan khotbah oleh Rm. Fajar yang menjadi Moderator PUPIP DIY. Tetapi ternyata Rm. Andika masih mempunyai urusan di Papua. Maka Misa sepenuhnya dipimpin oleh Rm. Fajar. Sebelum Misa dimulai semua rama yang masih bisa dan biasa ikut Misa Harian dijemput dari kamar masing-masing. Ada hal yang membuat geli dan tawa bagi penghuni Domus Pacis. Sebelum berkat penutup ada 2 sambutan. Yang pertama adalah sambutan ketua PUPIP DIY, yaitu Ibu Sufi. Yang kedua sambutan dari Domus Pacis yang seharusnya Rm. Andika tetapi diwakili oleh Rm. Bambang. Ketika tampil Rm. Bambang bilang kepada para rama Domus "Para rama, TERUTAMA RAMA SUNTARA, hari ini adalah hari istimewa untuk saya". Ternyata Rm. Suntara nyeletuk "Apa istimewanya?". Jawaban Rm. Bambang "Hari ini aku tampil sebagai REKTOR" membuat semua yang hadir terutama para rama Domus tertawa terbahak-bahak. Maklumlah, sebenarnya sudah ada penjelasan bahwa di Domus tak ada rektor dan yang ada adalah direktur. Tetapi dari PUPIP tetap masih muncul kata rektor. Dalam sambutan Rm. Bambang menyampaikan kata-kata yang dilagukan dalam 3 paragrap:

  • Paragrap 1 : (model surabayan) Godhong klapa arane blarak; Ana uwoh jenenge manggis; Kadang PUPIP karsa pinarak; Griya Rama Domus Pacis. (ternyata setiap kalimat memunculkan tawa atau tepuk tangan).
  • Paragrap 2 : (pakai not "Jadilah Saksi Kristus" dari Madah Bakti 455. Sebelum masuk Rm. Bambang bilang "Nanti semua jawab dengan refren KITA JADI KLUARGA") 1) Dengan kami semua rama sepuh. Mungkin kami semua sudah rapuh. Tapi kami semua tetap ampuh; 2) Kami semua tahu PUPIP cinta. Kami semua tahu dapat dana. Kami semua tahu bergembira. (reaksi spontan seperti paragrap 1)
  • Paragrap 3 : (model surabayan) Ana lalapan arane timun; Gudhangan enak lawuhe gereh; Rama-rama matur nuwun; Rawuh Domus ampun jeleh.

Seletelah itu Rm. Bambang bilang "DEMIKIANLAH SABDA SAYA" yang membuat tawa terbahak lalu tepuk mengiringi dia meninggalkan arena.

Santo Hieronimus Emiliani

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 09 Januari 2023 Hits: 17784

  • Perayaan
    08 Februari
  •  
  • Lahir
    Tahun 1481
  •  
  • Kota asal
    Venice - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 8 Februari 1537 di Italia akibat terjangkit penyakit menular saat merawat orang sakit.
  •  
  • Beatifikasi
    29 September 1747 oleh paus Benediktus XIV
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1767 oleh Paus Benediktus

Hieronimus dilahirkan pada tahun 1481, putra suatu keluarga bangsawan di Venice, Italia. Ia adalah seorang Kesatria yang gagah dan dipercaya menjadi komandan sebuah benteng di pegunungan. Ketika sedang mempertahankan benteng ini dari serangan prajurit Maximilian I, ia tertawan musuh dan dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah.

Terbelenggu dalam penjara yang mengerikan itu, ia mulai menyesali cara hidup serampangan yang telah dilaluinya. Ia menyesal bahwa ia nyaris tak pernah memikirkan Tuhan. Ia menyesal telah menyia-nyiakan beberapa tahun dalam hidup amoral. Hieronimus berjanji kepada Bunda Maria bahwa ia akan mengubah cara hidupnya jika Santa Perawan bersedia menolongnya. Doa-doanya dijawab dan Hieronimus berhasil meloloskan diri. Konon, dengan hati penuh syukur, Hieronimus langsung menuju ke sebuah gereja. Ia menggantungkan rantai-rantai yang membelenggunya di depan altar Maria.

Orang muda itu akhirnya memutuskan untuk membaktikan dirinya pada karya-karya belas kasih. Perhatian utamanya diberikan kepada banyak anak yatim piatu yang tidak mempunyai rumah, yang ia temukan di jalanan. Ia menyewa sebuah rumah bagi mereka, dan memberi mereka makanan dan pakaian. Ia mengajar mereka dalam kebenaran iman. St. Hieronimus membentuk sebuah kongregasi religius untuk kaum laki-laki yang dinamakan Serikat Pelayan-pelayan Kaum Miskin. Mereka mengabdikan diri demi kepentingan orang-orang miskin dan malang, teristimewa anak-anak yatim piatu, dan mengajar kaum muda. Hieronimus melakukan segala yang dapat dilakukannya bagi para petani juga. Ia bekerja bersama para petani di ladang.

St. Hieronimus biasa berbicara kepada mereka tentang kebajikan Tuhan sementara ia bekerja bersama petani-petani itu. Ia wafat ketika ia merawat para korban wabah penyakit pada tahun 1537. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1767. St. Hieronimus Emiliani adalah anugerah bagi orang banyak pada jamannya dan bagi segenap Gereja. Dengan mengubah hidupnya secara total, ia menjadi gambaran kasih Allah. Ia memberikan pengharapan kepada mereka yang miskin dan diabaikan.

Pada tahun 1928, Paus Pius XI memaklumkannya sebagai santo pelindung anak-anak yatim piatu dan anak-anak tunawisma.

Lamunan Pekan Biasa V

Minggu, 8 Februari 2026

Matius 5:13-16

13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang akan senang kalau diakui kebaikannya. Dia merasa tersanjung.
  • Tampaknya, perbuatan baik memang bisa membuat orang mendapatkan penghargaan dan penghormatan. Kalau ingin mendapatkan kedudukan sosial tinggi orang bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan dukungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun perbuatan baik bisa menghadirkan sanjungan dan penghormatan serta penghargaan sejati, perbuatan baik sejati sebenarnya merupakan aura keakraban seseorang dengan relung hati yang terpancar secara spontan alamiah dalam perbuatan yang membuat orang lain menyaksikan daya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang dalam perilakunya membuat orang lain mengalami kebahagiaan yang sorgawi.

Ah, dengan kebiasaan berbuat baik orang bisa meraih kedudukan dan jabatan sosial terhormat.

Friday, February 6, 2026

Ada Yang Pinjam Tempat

Domus Pacis Santo Petrus memang kerap mengalami kehadiran rombongan tamu baik rombongan kecil maupun rombongan besar. Para tamu biasa datang untuk jumpa dengan para rama sepuh. Proses pertemuan biasa diatur oleh pihak Domus. Rm. Bambang biasa menjadi pemandu dalam tanya jawab. Untuk penutup selalu ada doa dari salah satu rama Domus dan berkat dari salah satu rama lain. Setelah itu ada foto bersama. Tentu saja kalau ada hajatan itu adalah hajatan kepentingan Domus seperti ulang tahun imamat dan peringatan arwah rama yang pernah jadi penghuni Domus Pacis Santo Petrus. Tetapi dalam perkembangan ternyata ada warga umat yang mengadakan hajatan keluarga dan meminjam tempat di Domus. Beberapa kali ada yang mengadakan peringatan arwah untuk salah satu anggota keluarganya. Bahkan ada yang sudah pesan tempat pada tahun 2025 untuk mengadakan 1000 hari wafat anggota keluarga besuk Sabtu tanggal 14 Februari 2026. Biasanya untuk peringatan arwah atau juga ada yang bertunangan, keluarga minta rama dari Domus untuk memimpin Misa. Selain kepentingan keluarga ada yang minta untuk pertemuan kelompok atau organisasi. Yang baru saja adalah PUPIP (Paseduluran Umat Pamitran Imam Praja) DIY yang Sabtu 7 Februari 2026 mengadakan pertemuan besar berkaitan dengan programasinya. Ternyata pada Kamis 5 Februari 2026 Rm. Andika, Direktur Domus yang sedang berada di Papua, menelpon Bu Rini relawan Domus. Rm. Andika meminta Bu Rini untuk menyiapkan konsumsi pertemuan para rama yang berkarya di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, besok Senin 9 Februari 2026. Pernah terjadi ada yang bertanya lewat WA Rm. Bambang "Apakah ada biaya utk penggunaan kapel/aula? Atau ada biaya lainnya? Kl boleh tahu brp biayanya..." Rm. Bambang hanya menjawab "Biasanya kami pandang sebagai kunjungan." Memang, kalau ada konsumsi Rm. Bambang bilang "Dipun tambah 20 nggih. Kula sagriya nyuwun bagean" (Ditambah 20 ya. Kami serumah minta diberi bagian).

Santa Koleta

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 04 Februari 2020 Hits: 26585

  • Perayaan
    06 Maret (Roman Martyrology)
    07 Februari (Fransiskan dan Kapusin)
  •  
  • Lahir
    13 January 1381
  •  
  • Kota asal
    Picardy Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Ghent, Flander
  •  
  • Wafat
  •  
  • 6 Maret 1447 di Ghent, Belgia | Oleh sebab alamiah
    Disemayamkan di Monastère Sainte-Claire, Poligny, Perancis
  •  
  • Beatifikasi
    Tahun 1604 oleh paus Klemens VIII
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 2 Mei 1807 oleh Paus Pius VII

Santa Koleta dilahirkan pada tahun 1381 dan diberi nama Nikoleta untuk menghormati St. Nikolaus dari Myra. Orangtuanya yang penuh kasih sayang memanggilnya Koleta sejak ia masih bayi. Ayah Koleta adalah seorang tukang kayu di sebuah biara di Picardy.  Ia seorang gadis yang pendiam dan rajin bekerja. Ia memberikan banyak bantuan kepada ibunya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Orangtuanya memperhatikan bahwa puteri mereka senang berdoa, ia juga seorang yang peka serta penuh belas kasihan.

Ketika Koleta berusia tujuhbelas tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia. Gadis itu kemudian diserahkan di bawah asuhan pemimpin biara di mana ayahnya dulu bekerja. Koleta meminta dan mendapatkan sebuah gubug kecil yang dibangun di samping gereja biara. Koleta tinggal di sana. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa dan melakukan silih bagi Gereja Kristus. Semakin lama semakin banyak orang mengetahui perihal gadis kudus ini. Mereka datang kepadanya untuk meminta nasehatnya dalam masalah-masalah penting. Mereka tahu bahwa Koleta seorang yang bijaksana oleh sebab hidupnya dekat dengan Tuhan. Koleta menerima semua orang dengan kelemahlembutan. Di akhir kunjungan, ia akan berdoa agar para tamunya menemukan kedamaian hati.

Koleta adalah anggota Ordo Ketiga St. Fransiskus. Ia tahu bahwa ordo religius bagi para wanita yang mengikuti cara hidup St. Fransiskus adalah Ordo Santa Klara. Ordo tersebut diberi nama sesuai dengan pendiri ordo mereka, St. Klara, yang adalah pengikut St. Fransiskus. Pada masa Koleta hidup, Ordo Santa Klara perlu kembali ke tujuan awal ordo mereka. St. Fransiskus dari Asisi menampakkan diri kepada Koleta serta memintanya untuk mengadakan pembaharuan dalam Ordo St. Klara. Tentu saja Koleta amat terkejut dan takut oleh sebab tugas yang demikian berat itu. Tetapi, ia percaya akan belas kasih Tuhan. Koleta pergi mengunjungi biara-biara St. Klara. Ia membantu para biarawati Klaris untuk hidup lebih sederhana dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa. Ordo St. Klara memperoleh semangat dari cara hidup St. Koleta.

St. Koleta memiliki devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Ekaristi. Ia juga seringkali mengadakan waktu untuk merenungkan sengsara serta wafat Kristus. Ia amat mencintai Yesus dan panggilan religiusnya. Ia juga tahu dengan pasti kapan dan di mana ia akan meninggal. Ia wafat di salah satu biaranya di Ghent, Flanders, pada tahun 1447 dalam usia enampuluh tujuh tahun.

Santa Apolonia dari Alexandria

diambil dari katakombe.orgpara-kudus  Diterbitkan:  27 Juli 2013  Diperbaharui:  16 Februari 2020  Hits:  15796 Perayaan 09 Februari   Kota ...