Wednesday, April 1, 2026

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 April 2015 Diperbaharui: 11 April 2015 Hits: 12199

  • Perayaan
    02 April
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 288
  •  
  • Kota asal
    Tirus, Phoenicia (Sekarang Wilayah Libanon)
  •  
  • Wilayah karya
    Caecarea (Kaisarea) - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Meningggal tahun 307 setelah disiksa dengan "Blaise Comb" lalu ditenggelamkan ke Laut
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Theodosia adalah seorang perawan dan martir Kristus dari abad ketiga. Menurut sejarahwan Eusebius, ia lahir sekitar tahun 288 di Tirus, Phoenicia, bagian Timur kekaisaran Romawi. (sekarang menjadi wilayah Libanon).

Dalam buku : Martyrs of Palestine; Eusebius menulis bahwa Santa Theodosia baru berusia tujuh belas tahun ketika ia datang ke kota Kaisarea Palestina pada hari Paskah tahun 307. Ia pergi ke alun-alun di mana ada sejumlah orang Kristen yang dirantai-rantai dan sedang menunggu untuk diinterogasi. Ia lalu menghibur mereka, berdoa bersama, dan menguatkan iman para saksi Kristus tersebut.

Para penjaga yang melihat kegiatan Theodosia kemudian menangkap dan membawanya ke hadapan Prefek (walikota) Kaisarea. Sang Prefek memerintahkan Thoedosia untuk meninggalkan iman Kristianinya dengan cara mempersembahkan korban kepada dewa-dewi Romawi. Theodosia menolak, dan dia pun ikut dirantai dan disiksa dengan kejam. Menurut catatan Eusebius, Santa Theodosia disiksa dengan “Cruel Comb” pada sisi tubuhnya hingga dari payudaranya "sobek sampai tulang rusuk dan isi perut nyaterlihat”. Setelah disiksa dengan begitu mengerikan, tubuh Theodosia lalu ditenggelamkan di dasar laut.

×Note!

Cruel Comb = sisir besi yang dibuat dari paku-paku tajam. Di kemudian hari lebih dikenal dengan sebutan “Blaise Comb” atau “Sisir santo Basilius” karena menurut tradisi; santo Basilius juga menjadi martir setelah disiksa dengan alat ini.

Eusebius menambahkan bahwa sang walikota telah menghabiskan semua amarahnya pada Theodosia hingga orang-orang Kristen yang dirantai dialun-alun tidak jadi diinterogasi. Mereka dikirim sebagai budak untuk bekerja di tambang tembaga, tanpa menjalani penyiksaan apapun.

Tuesday, March 31, 2026

Penyumbang Maret 2026

Tampaknya hingga hari ini masih ada yang menggambarkan terjauhnya Domus Pacis Santo Petrus dengan umat. Tentu saja itu berarti juga terjauhnya para rama sepuh dari umat. Padahal Domus tetap banyak terhampiri oleh umat Katolik. Perhatian umat sungguh tampak dengan adanya sumbangan snak dan juga sumbangan dana untuk terlaksananya hajatan-hajatan yang mengundang umat dan keluarga para rama sepuh.


Tetapi perhatian umat tak hanya terbatas pada terlaksananya sajian snak dan konsumsi untuk hajatan-hajatan yang membuat para rama Domus tetap merasakan ada dalam topangan umat. Ternyata topangan umat juga terjadi dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan demi pelayanan atas kondisi kongkret para rama sepuh dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk penyelenggaraan Domus Pacis. Kondisi kelansiaan para rama sungguh diperberat dengan disabilitas dan penyakit-penyakit yang terus membutuhkan pengawasan. Bahkan 5 orang di antaranya sudah harus mendapatkan penjagaan 24 jam. Sementara rama-rama sepuh lainnya juga sudah membutuhkan pelayanan bahkan, kecuali 1 orang, dalam hal urusan kamar mandi dan WC sudah harus dibantu. Apalagi kalau ada yang harus opname, seperti kini ada 1 orang, itu berarti harus ada yang menjaga. Semua ini membutuhkan tenaga karyawan yang harus bekerja dengan komitmen dan ketenangan pelayanan. Untuk semua ini Domus harus punya dana untuk menambah honor karyawan dengan tunjangan dan bonus-bonus tertentu. Selain itu untuk pemeliharaan gedung dan fasilitas-fasilitasnya, Domus Pacis juga harus punya persediaan dana. Memang, Domus Pacis adalah milik Keuskupan Agung Semarang. Tetapi dana rutin dari Keuskupan sungguh belum mencukupi. Puji Tuhan, selalu saja sejak pertengahan Juli 2021 ada warga-warga umat Katolik yang mengirimkan sumbangan. Untuk bulan Maret 2026 Rm. Bambang mencatat sumbangan sebesar Rp. 17.200.000 dari nama-nama penyumbang sebagai berikut :

1. Ibu Dicky, 2. PUPIP Ungaran, 3. Ibu Ida, 4. Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 5. Ibu Niken, 6. Maria Kristina Dannie, 7. Bapak Sudjono Keman, 8. Ibu Christine, 9. Ibu Wartini, 10. Ibu Tantiana Windy, 11. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 12. Ibu Dewi Anggraeni, 13. Ibu Liem, 14. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 15. Ibu Mamik, 16. Ibu Malya, 17. PUPIP DIY, 18. Ibu Harno, 19. Ibu Yuliana Sutarni, 20. Devosan Kerahiman Mungkid, 21. Ibu Bernadet Suwarni, 22. Ibu Istijono, 23. Ibu Christin, 24. Ibu Lili Herawati, 25. Ibu Eny Bernadette, 26. Ibu ML Setiyani Indrawati.

Santa Maria dari Mesir

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan:15 Februari 2017 Diperbaharui: 22 Maret 2020 Hits: 18279

  • Perayaan
    01 April
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 344
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar Tahun 421 | Sebab alamiah
    Menurut legenda; Tubuhnya tetap utuh dan makamnya digali oleh seekor singa atas perintah Santo Sosimus
  •  
  • Venerasi
    -
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Maria dari Mesir (Maria Aegyptica) hidup pada abad ke-4. Awalnya ia adalah seorang pelacur yang berasal dari Aleksandria Mesir.  Pada hari pesta Salib Suci (Feast of the Exaltation of the Holy Cross) ia datang ke Yerusalem. Bukan untuk berziarah, tapi dengan niat kotor hendak menjajakan diri kepada para peziarah yang datang untuk menghormati Relikwi Salib Suci yang telah ditemukan kembali oleh santa Helena.

Ketika ia mencoba memasuki Gereja Makam Kudus, tempat Relikwi Salib Suci ditakhtahkan, sebuah kekuatan yang tidak kelihatan menghalanginya dan membuat kedua kakinya terasa lumpuh. Menyadari bahwa ini terjadi karena keadaan dirinya yang bergelimang dosa, Maria tersadarkan dan segera menyesali cara hidupnya yang penuh noda. Dari luar Gereja Makam Suci, ia melihat ikon Theotokos (Bunda Maria) yang menatapnya dengan penuh kasih.  Sambil memukul dada Maria berdoa memohon pengampunan. Ia bersumpah akan menebus semua dosa-dosanya dengan meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi pertapa di padang gurun.

Setelah mengucapkan kaul ini, ia mencoba melangkah ke dalam Gereja Makam Suci. Kali ini kedua kakinya dengan ringan membawanya ke hadapan altar. Dengan bercucuran airmata Maria berlutut dihadapan Relikwi Salib Suci; saat itulah ia mendengar sebuah suara berbisik : "Jika engkau menyeberangi sungai Yordan, engkau akan menjalani sisa hidupmu dalam kemuliaan."  Maria segera menuju ke sungai Yordan dan singgah sebentar di Biara Santo Yohanes Pembaptis yang berada di tepi sungai itu. Di sana ia menerima sakramen pengampunan dosa dan menjalani laku silih yang berat.  Selanjutnya, ia menyeberangi sungai Yordan menuju padang gurun untuk menggenapi kaulnya dan menebus dosa-dosanya dengan menjadi pertapa.  

Maria Aegyptica kemudian bertapa selama hampir 50 tahun di padang gurun di sisi Timur sungai Yordan. Dia hidup dalam keheningan dan doa yang khusuk, serta hanya makan daun-daun atau buah-buahan yang jatuh ke tangannya.

Puluhan tahun pun berlalu.  Suatu hari, Maria Aegyptica yang sudah tua renta bertemu dengan seorang biarawan bernama Santo Zosimus (Zosimus dari Palestina) yang tinggal di biara kecil di tepi sungai Yordan.  Maria meminta Sozimus membawakannya Komuni kudus di tepi sungai Yordan pada hari Paskah. Ketika Zosimus memenuhi keinginannya, Maria menemuinya di seberang sungai dengan cara berjalan di atas permukaan air, demi menerima Komuni Kudus. Setelah mengucapkan syukur dan terimakasih, Maria meminta Zosimus untuk kembali membawakannya Sakramen Ekaristi pada hari Paskah tahun selanjutnya.

Setahun kemudian Sozimus kembali tapi ia menemukan tubuh Maria Aegyptica sudah tidak bernyawa lagi. Tubuh pertapa wanita itu telah beberapa lama meninggal dunia, namun tetap utuh dan memancarkan bau yang harum semerbak. Zosimus lalu memakamkannya dengan bantuan seekor singa yang lewat, lalu kembali ke Biara.

Kisah hidup Maria Aegyptica dikisahkan oleh Zosimus kepada saudara-saudaranya, dan kisah tersebut dipelihara di antara komunitas mereka sebagai tradisi lisan. Tiga abad kemudian kisah ini dituliskan oleh Patriark Yerusalem, Santo Sophronius.(qq)

Lamunan Pekan Suci

Rabu, 1 April 2026

Matius 26:14-25

14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" 18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." 19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" 23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." 25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa doa dan ibadat membuat orang menjadi suci. Doa dan ibadat membawa orang terarah kepada Tuhan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa dalam doa dan ibadat hati orang terarah pada hal-hal sorgawi. Segala hal jahat akan menyingkir ketika orang berdoa dan beribadat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun doa dan ibadat mengarahkan orang ke kekudusan, iblispun bisa jadi pembisik utama lewat keinginan-keinginan duniawi pendoa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa dikuasai oleh iblis kalau hatinya dipenuhi oleh keinginan duniawi.

Ah, dalam doa iblis tak berani mendekat.

Sumbangan Snak dan Even Maret 2026

Sebenarnya para rama tampak biasa-biasa berhadapan dengan yang biasa-biasa. Yang biasa itu termauk dengan menu santapan harian. Yang tidak biasa terjadi kalau ada even. Pada bulan Maret 2026 ini ada peringatan 2 tahun wafat Rm. Jaka Sistiyanto dan ulang tahun ke 63 Rm. Saptaka. Secara praktis sajian menu menjadi khusus karena ada tamu-tamu undangan. Tentu saja semua penghuni Domus juga ikut menikmati. Kebetulan saja mulai Minggu terakhir sebagai Komunitas Iman Katolik, para rama Domus masuk ke Pen Suci. Kebetulan saja, pada tahun ini Perayaan Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Adi, Domus Pacis mendapatkan bantuan petugas-petugas Liturgi baik nyanyian maupun para pembaca Kitab Suci terutama Kisah Sengsara. Agar peristiwa ini terasa istimewa, walau tak sebesar dan semeriah di paroki, Domus mengupayakan dengan makan bersama dengan menu tidak biasa. Tentu saja tetap dengan tataran level golongan ekonomi menengah. Meskipun demikian semua ini bisa terlaksana karena ada umat yang mengulurkan perhatian berupa dana uang ke Domus. Tentu saja Domus juga berterima kasih dengan mereka yang biasa mengirimkan snak sehingga untuk 15 hari selalu ada variasi sajian. Dalam catatan Rm. Bambang para penyumbang untuk kebutuhan konsumsi Domus pada Maret 2026 adalah sebagai berikut :

  • Penyumbang Snak. 1. Ibu Siwi Janong, 2. Ibu Rini, 3. Ibu Roni, 4. Ibu Rachel, 5. Ibu Hera, 6. Ibu Sintari, 7. Ibu Andreas, 8. Ibu Kanti, 9. Ibu Endang Prayitno, 10. Ibu Joni, 11. Ibu Jatmiko, 12. Ibu Titik Waluyanti, 13. Ibu Septi, 14. Ibu Lucinda, 15. Ibu Dalyono, 16. Ibu Tutik, 17. Ibu Debby, 18. Ibu Novi, 19. Ibu Atik, 20. Ibu Daniek, 21. Ibu Emma, 22. Ibu Setyowati, 23. Ibu Elly, 24. Ibu Dewa, 25. Ibu Wahyu, 26. Ibu Yustina.
  • Penyumbang Hajatan. 1. Lingkungan Ngepos Srumbung, 2. Ibu Bernadet Bintari, 3. Ibu Sri Daruningsih, 4. Ibu Yinni Tjia, 5. Ibu Brigita, 6. Bapak Donie Basuki, 7. Ibu Theresia Beni, 8. Ibu Coleta Tanti Sanvero, 9. Ibu Put Istri, 10. Ibu Endah, 11. Ibu Ambar, 12. Ibu Nadya, 13. Keluarga Patuk, 14. Ibu Umi, 15. Ibu Ratmi, 16. Ibu Mardanu, 17. Bapak Blasius Chasto, 18. Ibu Sri Purwaningsih, 19. Ibu Agnes Trijoko, 20. Ibu Yucha, 21. Ibu Rini Wahyudi, 22. Apotek Jaya Sehat, 23. Ibu Eni.

Monday, March 30, 2026

Beata Yohana de Toulouse

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 24 Mei 2017 Hits: 10127

  • Perayaan
    31 Maret
  •  
  • Lahir
    Tidak ada catatan
  •  
  • Kota asal
    Tuolouse - Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 1286 | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    11 February 1895 oleh Paus Leo XIII
  •  
  • Kanonisasi

Pada tahun 1260, beberapa biarawan Karmel bersama pemimpin mereka yang termashur, Santo Simon Stock, datang ke Perancis dan mendirikan biara Karmel di Tolouse dan Bordeaux.

Seorang wanita saleh mohon bertemu dengannya. Wanita tersebut memperkenalkan diri hanya sebagai Yohana. Dengan sungguh-sungguh ia bertanya kepada imam, “Bolehkah saya bergabung dengan Ordo Karmel sebagai seorang awam?” St. Simon Stock adalah pemimpin ordo yang mempunyai wewenang untuk mengabulkan permohonan Yohana. Ia mengatakan “ya”. Dan Yohana pun menjadi anggota ordo ketiga Karmel (karmelit awam) yang pertama. Ia menerima jubah Ordo Karmel dan di hadapan St. Simon Stock, Yohana mengucapkan kaul.

Yohana melanjutkan kehidupannya yang tenang serta bersahaja di rumahnya sendiri. Ia berusaha sekuat tenaga untuk senantiasa mentaati regula (=peraturan-peraturan biara) Karmelit sepanjang hidupnya. Setiap hari ia ikut ambil bagian dalam Misa dan ibadat-ibadat di gereja Karmel. Sesudah itu, ia mengisi harinya dengan mengunjungi mereka yang miskin, yang sakit serta yang kesepian. Ia melatih para putera altar. Ia memberikan pertolongan kepada mereka yang jompo serta yang tak berdaya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan. Yohana berdoa bersama mereka serta membangkitkan semangat banyak orang dengan percakapannya yang riang gembira.

Yohana menyimpan gambar Yesus tersalib dalam sakunya. Itulah “buku”-nya. Sewaktu-waktu ia akan mengeluarkan gambar tersebut dari sakunya serta memandanginya. Matanya bersinar-sinar. Orang mengatakan bahwa Yohana membaca suatu pelajaran baru yang mengagumkan setiap kali ia memandangi gambarnya.

Lamunan Pekan Suci

Selasa, 31 Maret 2026

Yohanes 13:21-33.36-38

21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. 23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. 24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" 25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" 26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." 28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. 29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 

31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." 37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" 38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa amat keheranan karena ada sahabat yang memanfaatkannya hanya untuk cari keuntungan diri. Bukankah persahabatan itu hubungan untuk saling melindungi dan saling peduli kebaikan satu sama lain?
  • Tampaknya, orang bisa terkejut karena sahabat dekat justru mengkhianatinya. Rasa kasih mudah sekali berubah jadi benci setengah mati.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun pengkhianatan dalam hubungan persahabatan mudah berubah menjadi kebencian, orang yang sungguh baik akan jatuh kasihan karena pengkhianatan sahabatnya yang sebenarnya justru menjadi jurang nestapa bagi pengkhianat sendiri. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tetap simpati pada sahabatnya sekalipun mengalami pengkhianatan darinya.

Ah, yang namanya pengkhianat ya harus diajar.

Sunday, March 29, 2026

Perayaan Liturgi Minggu Palma 2026 di Domus


Sabtu sore 28 Maret 2026 Domus Pacis sungguh merasakan kesemarakan. Kesemarakan ini berkaitan dengan peristiwa keagamaan bagi umat Katolik. Umat Katolik masuk ke Pekan Suci dari Perayaan Minggu Palma menuju Trihari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Paskah). Pada Sabtu sore itu Domus Pacis Santo Petrus mengalami kesemarakan khusus :

  • Kehadiran Kor Pajeksan. Ketika makan pagi Minggu 29 Maret 2026 para rama Domus mengatakan bahwa kor telah menyanyi dengan indahnya. Rm. Bambang bercerita bahwa umat Pajeksan sudah biasa mendukung Misa dengan kor sejak tahun 2019. Ternyata dalam perkembangan umat Lingkungan Pajeksan, Paroki Kumetiran, mendapatkan pelatih sekaligus dirigen yang mumpuni. Itulah mengapa kini keindahan nyanyinya membuat Rm. Suntara mengatakan "Le nyanyi profesional" (Menyanyinya sungguh profesional). 
  • Kehadiran Suster Yuniorat OP. Khusus untuk Perayaan Liturgi Minggu Palma Domus pada hari itu ada bantuan dari Komunitas Suster OP di Pandega, Paroki Banteng. Mereka membantu Domus dengan melaksanakan tugas pembacaa Kisah Sengsara. Bahakn 2 orang suster bisa membantu untuk menerimakan Komuni 70an orang peserta Misa.
  • Ramah Tamah Sesudah Misa. Sesudah Misa semua yang hadir dan para penghuni Domus duduk-duduk dan omong-omong penuh keakraban. Semua dilakukan sambil makan bersama. Sebenarnya sajiannya sederhana, hanya bakmi dan nasi goreng. Tetapi dari suasana yang ada, tampak adanya kegembiraan mewarnai hingga mereka semua tamu meninggalkan Domus.

Santa Irene dari Roma

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 April 2017 Diperbaharui: 19 April 2017 Hits: 19266

  • Perayaan
    30 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Roma, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | Dihukum mati di Roma pada tahun 288 M
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Irene bersama suaminya Santo Castulus adalah pasangan suami-isteri kudus yang hidup di kota Roma pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus (kaisar Romawi tahun 284 – 305). Bersama Santo Tiburtius, Castulus dan Irene berkarya memberikan perlindungan bagi umat Kristen di Roma yang saat itu dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan. Di antara mereka yang dilindunginya terdapat Santo Markus dan Santo Marcellianus (dari Roma), dua orang saudara kembar yang di kemudian hari juga tewas menjadi martir Kristus.   

Santo Tiburtius kemudian tertangkap dan tewas dihukum mati bersama saudaranya Santo Valerianus. Suaminya Castulus juga tertangkap setelah dikhianati oleh seorang kristen yang murtad bernama Torquatus. Castulus dibelenggu dan dibawa ke hadapan prefek (walikota) Roma bernama Fabianus. Ia kemudian disiksa lalu dieksekusi mati dengan cara dikubur hidup-hidup dalam sebuah lubang pasir, di Via Labicana di sebelah tenggara kota Roma.

Setelah kemartiran suaminya yang terjadi pada tahun 286 M, Irene tetap melanjutkan karyanya. Ia memberi perlindungan kepada umat Kristen dan berupaya memberi penguburan yang layak bagi para martir yang tewas di tangan para algojo atau tewas mengenaskan dalam arena Gladiator karena dicabik-cabik binatang buas.

Saat Santo Sebastianus tertangkap dan dihukum mati, Irene berhasil memperoleh tubuh perwira tersebut untuk dimakamkan dengan layak. Namun ia menemukan Sebastianus ternyata masih hidup walau disekujur tubuhnya tertancap puluhan anak panah. Ia membawa Sebastianus ke rumah perlindungan dan mengobati luka-lukanya. Setelah Sebastianus pulih, Irena membujuknya agar menyelamatkan diri keluar kota. Namun Sebastianus tidak hendak melarikan diri. Ia malah mendatangi Kaisar Diokletianus dan mendesaknya untuk menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristiani. Keberaniannya ini membuat ia kembali ditangkap, didera lalu dipengggal lehernya.

Menyusul kemartiran Sebastianus, Irene juga ditangkap dan dihukum mati sebagai martir Kristus yang jaya. Kemartiran mereka terjadi pada sekitar tahun 288M. Kisah santa Irene menyelamatkan Santo Sebastianus menjadi subyek lukisan para pelukis kenamaan dari masa ke masa.(qq)

Lamunan Pekan Suci

Senin, 30 Maret 2026

Yohanes 12:1-11

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. 10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, 11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, banyak orang bisa terhenyak mendengar peristiwa heboh karena hadirnya orang hebat yang bisa mengentaskan derita orang yang sudah diyakini tak punya pengharapan hidup. Orangpun ingin melihat bukti segar bugarnya yang mengalami pengentasan.
  • Tampaknya, orang yang dientaskan bisa sungguh menambah kekaguman terhadap sang pengentas. Orangpun bisa amat kagum pada yang dientaskan yang kini bisa hidup seperti pada umumnya orang hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun mampu menjadi bukti sebagai orang yang dientaskan dari derita tak berpengharapan oleh sosok tokoh hebat, dia juga harus sadar jadi ikut incaran terancam dari golongan kaum yang merasa tersaingi oleh popularitas tokoh pengentas. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, tokoh pejuang kebaikan umum dengan bukti-bukti hasil perjuangannya tetap bisa dipandang berbahaya sehingga harus disingkirkan oleh golongan orang yang hidupnya penuh bersaing untuk mendapatkan popularitas dan pengaruh serta kekuasaan.

Ah, asal selalu berbuat baik orang tak akan terancam hidupnya.

Saturday, March 28, 2026

Calon Peserta Malam Paskah Domus Pacis 2026

Peristiwa Malam Paskah menjadi salah satu yang bagi Domus Pacis Santo Petrus dipandang khusus. Malam Paskah, tentu juga Malam Natal, masuk dalam peristiwa hajatan karena sesudah Misa selalu ada makan bersama. Perayaan Malam Paskah/Natal selalu dibuka untuk umat Katolik siapapun dari paroki manapun. Tetapi yang ikut harus mendaftarkan diri dengan mengirimkan nama-nama dan paroki asal ke Rm. Bambang. Untuk Malam Paskah tanggal 4 April 2026 yang dimulai pada jam 17.30, pendaftaran terakhir pada hari Sabtu 28 Maret 2026. Rm. Bambang mencatat ada 113 orang pendaftar yang berasal dari 18 paroki. Bersama anggota kor dan warga Domus Pacis, Bu Rini relawan Domus menyiapkan sajian untuk 175 orang dengan mendatangkan catering. Kor yang akan datang adalah The Blero Choir pimpinan Bapak Loly dari Lingkungan Nologaten, Paroki Pringwulung. Sedang 117 orang yang mendaftarkan diri adalah sebagai berikut :

  • Kevikepan Yogyakarta Timur (7 Paroki, 29 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza,  4. Titus Pulunggono, 5. Yulia Pulunggono, 6.  Pudentiana Sumbangsih, 7. Pierrette Clument, 8. Pak Yos, 9. Bu Yos); Paroki Pringwulung (1. Bu Atik, 2. De EL, 3. Ariel, 4. Bu Ratna, 5. Pak Ardi); Paroki Kotabaru (1.  FX. Handoko, 2. Rinawati); Paroki Kumetiran (1. Antonius Agung Nugroho, 2. Theresia Surya, 3. Mikael Pradipta Brilian, 4. Gabriela Brilianka); Paroki Nandan (1. Ira Nova)

  • Kevikepan Yogyakarta Barat (5 Paroki, 66 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi, 13. Ari Puspo, 14. D Anna S, 15. B Widyatmoko. 16. F David P, 17. KS Indranandita, 18. D Dimas A, 19. Antonius Iwan  Kurniawan, 20. Fransiska jenny Irawati, 21. Josse William, 22. Ruth Meliana, 23. Y Karel Harianto, 24. V Yena, 25. Bu Anna, 26. Hengky, 27. Vera, 28. Bu Eni, 29. Pak Anton); Paroki Klepu (1. Djuwadi, 2. Retno, 3. Hartiyo, 4. Bu Ida, 5. Paiman, 6. Bonikem, 7. Ninik Mujiono, 8. Eka BP, 9. Sutrisni, 10. Suparta, 11. Suwarni, 12. Lita, 13. Mbah Saein, 14. Mbah Seno Kakung, 15. Mbah Seno Putri, 16. Ibu Murbaningsih, 17. Ibu Painah, 18. Yanti, 19. Zora, 20. Ibu Anna, 21. Yogi, 22. Yohani, 23. Bapak Sapari, 24. Ibu Sapari, 25. Ibu Sugiyarti, 26. Bapak Kholil); Paroki Gamping (1.  Maria Junianti, 2.  Johanes Heri, 3. Maria Audrey, 4. Vincentius Max); Paroki Medari (1.   Mbak Nunuk, 2. Bu Upik, 3. Suami Bu Upik, 4. Mbak Christin, 5. Suami Mbak Christin); Paroki Warak (1. Tri Harsono, 2. Lindyawati)

  •  Kevikepan Kedu (2 Paroki, 6 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3.  Ag Ronny , 4.  D. Nugroho, 5. Mariani); Paroki Borobudur (1. Hilda)
  • Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang  (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki  Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)

  • Kevikepan Semarang (1 Paroki, 2 orang). Tanah Mas (1.  Maria Endah W 2. Agustinus Vembriant)
  •  Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)

Santo Berthold

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 29 Maret 2015 Diperbaharui: 19 Oktober 2020 Hits: 15311

  • Perayaan
    29 Maret
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 1155
  •  
  • Kota asal
    Limoges, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Yerusalem - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 1195 di Gunung Karmel Israel - Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Bila anda memiliki informasi tentang Kanonisasi Santo Berthold; dimohon menghubungi admin; Terimakasih.

Santo Berthold Calabria (Perancis : Berthold de Malifaye) awalnya adalah seorang Crusaders (Tentara Kristen dalam Perang Salib) yang berangkat ke Yerusalem untuk bertempur membebaskan kota itu dari tangan bangsa muslim Saracen. Namun saat berada di Anthiokia, Berthold menerima penglihatan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menuntunnya meninggalkan dunia kemiliteran dan menjadi seorang pertapa di Gunung Karmel.

Pada saat itu, ada sejumlah pertapa yang tersebar di seluruh wilayah Israel, dan Berthold mengumpulkan mereka bersama-sama, mendirikan sebuah komunitas pertapa yang menetap di puncak Gunung Karmel, dan menjadi Abbas mereka yang pertama. Komunitas kecil pertapa inilah yang dikemudian hari menjadi cikal-bakal dari Ordo Karmel.

Komunitas pertapa ini kemudian membangun sebuah biara dan gereja di Gunung Karmel dan mendedikasikan biara dan gereja tersebut untuk menghormati Nabi Elia, yang pernah mengalahkan nabi-nabi Baal di gunung tersebut (1Raj 18:20-46). Santo Berthold menjalani seluruh sisa umurnya di Gunung tersebut, dan memimpin komunitas pertapa yang telah dikumpulkannya selama empat puluh lima tahun sampai pada hari kematiannya ditahun 1195.

Teladan dan cara hidup suci dari para pertapa di Gunung Karmel menarik minat banyak pencari Tuhan untuk menggabungkan diri. Dan semakin hari jumlah mereka semakin bertambah. Pada tahun 1207, Santo Brocardus, yang menjadi pemimpin para Karmelit menggantikan Berthold, meminta Patriark Yerusalem, Santo Albertus dari Yerusalem, untuk menyusun sebuah aturan hidup membiara mereka. Aturan hidup yang disebut Regula Karmel atau Regula Santo Albertus ini selesai ditulis pada tahun 1210, dan disahkan oleh Paus Honorius III pada tahun 1226. Regula tersebut telah menjadi pedoman hidup bagi para Karmelit sampai hari ini.

Lamunan Hari Raya

Minggu Palma

Minggu, 29 Maret 2026

Matius 21:1-11

1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya penguasa memang punya banyak pendukung. Bahkan seorang penguasa bisa kaya raya.
  • Tampaknya, seorang penguasa biasanya tampil dengan berbagai atribut megah dengan berbagai kebesaran. Fasilitas yang menyertai biasa mentereng penuh kekokohan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun amat kaya raya punya kekuatan tak tertandingi, seorang penguasa sejati dalam tampilannya justru amat sederhana dan tak tampak daya kekuatannya yang amat besar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang penguasa sejati walau amat banyak pendukungnya dalam tampilan justru seperti orang tak punya kekuasaan.

Ah, yang namanya penguasa itu ya pasti tampil dengan fasilitas glamor.

Friday, March 27, 2026

Rm. Heru dan Rm. Saptaka

Rm. St. Heruyanto adalah pastor yang bertugas di Paroki Salam. Karena menderita stroke, sepulang dari RS Panti Rapih beliau untuk sementara tinggal di Domus Pacis Santo Petrus sejak 13 Feberuari 2026. Sekalipun urusan pelayanan untuk Rm. Heru dilakukan oleh tenaga Domus Pacis, setiap hari pagi dan siang serta malam selalu ada umat Salam yang bergilir ikut menunggu. Akhir-akhir ini perkembangan beliau cukup membaik. Kalau sebelumnya hanya banyak tidur dan tiduran, akhir-akhir ini sudah bisa duduk di kursi roda. Bahkan ketika harus kontrol 2 kali sehari pada Jumat 27 Maret 2026, beliau sudah bisa dilayani untuk duduk di mobil dan dalam mobilisasi membawa kursi roda dari Domus. Bahkan hari Sabtu 28 Maret 2026 beliau bisa berkeliling Domus duduk di kursi roda dan ada yang mendorong. Memang, dalam berwicara beliau masih harus terus menerima terapi. Hingga kini beliau belum bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas.

Tetapi hari ini ada berita lain dari Domus Pacis Santo Petrus. Sudah lebih seminggu Rm. Saptaka menderita mriyang, yaitu kondisi badan tidak enak badan disertai demam. Dalam beberapa hari pertama beliau masih ikut Misa Harian dan makan bersama 3 kali sehari. Diajak periksa dokter beliau berkata "Tak nggo turu wae" (Aku tidur saja). Lama-lama beliau tak hanya tak tampak dalam Misa Harian. Dalam makan bersama juga sudah absen. Tetapi beliau tetap tak mau diajak ke rumah sakit. Kebetulan saja pada Sabtu 28 Maret 2026, seperti biasa setiap hari Sabtu, ada perawat home care RS Panti Rapih datang disertai oleh seorang dokter untuk memeriksa kondisi para rama Domus. Ternyata akhirnya Rm. Saptaka mau dibawa ke RS Panti Rapih atas anjuran dokter. Mas Siswanto dan Mas Bayu, 2 orang tenaga Domus, mengantarnya dengan mobil. Ketika makan siang Rm. Bambang bertanya kepada karyawan "Piye Rama Saptaka?" (Bagaimana kabar Rm. Saptaka?). Seorang karyawan mendapat berita bahwa beliau masih harus menunggu hasil laboratorium dari cek darah. Tiba-tiba, barangkali karena mendapatkan berita dari pengantar Rm. Saptaka, pada jam 12.26 Rm. Bambang mendapatkan pesan WA Mas Haryono, salah satu karyawan "Info kondisi Rm saptoko dari hasil lab di haruskan opname rencana di Lukas 203".

Santo Tutilo

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 11790

  • Perayaan
    28 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-9
  •  
  • Kota asal
    Swiss
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 915 di Biara Saint Gall Switzerland | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Tutilo hidup di akhir abad kesembilan dan awal abad kesepuluh. Ia mendapatkan pendidikan di Biara Benediktine Saint-Gall. Dua teman sekelasnya telah digeari “beato”. Ketiga orang ini menjadi biarawan di biara di mana mereka mengenyam pendidikan.

St. Tutilo adalah seorang dengan banyak bakat. Ia seorang penyair, pelukis potret, pematung, orator dan arsitek. Ia juga seorang ahli mesin. Bakatnya yang terutama adalah musik. Ia dapat memainkan semua alat musik yang dipergunakan para biarawan untuk liturgi mereka. Ia dan temannya, Beato Notker, menggubah lagu-lagu tanggapan liturgi. Hanya tiga puisi dan satu nyanyian tersisa dari seluruh karya Tutilo. Tetapi lukisan dan patung-patungnya masih dapat ditemukan sekarang di beberapa kota di Eropa. Lukisan-lukisan dan patung-patungnya diidentifikasikan sebagai karyanya karena ia senantiasa menandai karyanya dengan sebuah motto.

Akan tetapi, Tutilo tidak dimaklumkan sebagai seorang kudus karena bakat-bakatnya yang banyak itu. Ia seorang rendah hati yang ingin hidup hanya untuk Tuhan. Ia memuliakan Tuhan dengan cara-cara yang ia tahu: dengan melukis, membuat patung dan menggubah musik.

Tutilo dimaklumkan sebagai seorang kudus sebab ia melewatkan hidupnya dengan memuji dan mengasihi Allah. St. Tutilo wafat pada tahun 915.

Lamunan Pekan Prapaskah V

Sabtu, 28 Maret 2026

Yohanes 11:45-56

45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." 49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, 50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." 51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, agama membutuhkan juru warta. Dalam agama adanya pewarta handal akan sungguh membuat semua semua senang.
  • Katanya, para pengurus dan tokoh agama akan menumbuhkembangkan hadirnya tokoh-tokoh pewarta. Kalau ada pewarta handal yang amat populer, ini akan sungguh dijaga keberadaannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun tokoh pewarta handal dan populer akan mampu mengembangkan dan menguatkan iman umat, kalau ternyata memiliki kepentingan politik, para pengurus dan tokoh agama justru bisa menjadi pembungkam utama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang pewarta iman handal justru akan menjadi cahaya terang hidup sejati amat banyak orang siapapun dan dari bangsa manapun kalau mengalami pembungkaman dengan alasan politik.

Ah, bagaimanapun juga agama harus tuntuk pada kebijakan negara.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...